Logo Header Antaranews Sumbar

Kemenkes: Perhatikan 4 kewaspadaan terkait kesehatan hewan kurban

Rabu, 13 Mei 2026 16:07 WIB
Image Print
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni (paling kiri) dalam konferensi pers bersama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta pada Rabu (13/5/2026). (ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat agar memperhatikan empat kewaspadaan terkait kesehatan hewan kurban menjelang perayaan Idul Adha 2026.

"Ada empat kewaspadaan utama yang harus betul-betul kita perhatikan untuk menjaga kesehatan masyarakat kita, pertama, yakni pemilihan dan pembelian karena tentu ada kontak (dengan kurban) di situ, dengan hewan yang kemungkinan terinfeksi," kata Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes Andi Saguni dalam konferensi pers bersama Badan Komunikasi Pemerintah RI di Jakarta, Rabu.

Andi mengemukakan, Kementerian Pertanian juga akan menerjunkan ribuan tenaga untuk memastikan bahwa hewan kurban dinyatakan sehat. Menurutnya, risiko penularan penyakit dari hewan kurban juga harus terus dipantau sehingga penyakit yang dibawa oleh ternak bisa dipastikan tidak ada kontak kepada manusia.

"Pengendaliannya tentu dengan praktik higienitasnya. Jadi, tangan setelah kontak itu harusnya kita pastikan pada saat proses pemilihan dan pembelian kita jaga. Yang paling penting itu mencuci tangan dengan sabun setelah proses itu, dan tidak membeli hewan sakit atau bergejala sakit sebagai hewan kurban," ujar dia.

Ia melanjutkan, kewaspadaan kedua yang mesti diperhatikan yakni saat proses transportasi dan penampungan karena penjual kurban akan mengumpulkan banyak hewan, mulai dari sapi, kambing, dan sebagainya dalam satu tempat.

"Jadi, pada saat transportasi dan penampungan, serta prosesnya kita harus memisahkan hewan sehat dan sakit. Selain itu, juga menjaga kebersihan dari kendaraan, dan jika ada hewan yang sakit sebaiknya segera melaporkan kepada dinas peternakan," ucap Andi.

Kemudian, kewaspadaan ketiga yakni saat proses pemotongan dan pencacahan, dengan memperhatikan kebijakan dari pemerintah yang memperbolehkan di luar rumah potong hewan dengan syarat-syarat sanitasi dan higienitas yang bagus dan sesuai dengan standar.

"Saat penyembelihan, yang paling kita khawatirkan adalah kontak darah dengan orang yang bertugas untuk menyembelih. Yang paling penting, minimal ada empat alat atau bahan yang harus digunakan oleh penyembelih untuk mencegah proses kontak atau penularan jika terdapat infeksi pada hewan ternak tersebut," tuturnya.

Empat alat untuk proteksi saat penyembelihan hewan kurban tersebut yakni celemek, untuk melindungi jika ada darah atau kotoran hewan tersebut ke penyembelih. Kedua, yakni penggunaan masker.

"Ini yang jarang saya perhatikan, ini penting kami sampaikan. Jadi, standarnya itu harus pakai masker karena penyakit antraks dapat menular melalui inhalasi (menghirup udara). Yang ketiga, adalah sarung tangan untuk melindungi dari darah atau kotoran yang memungkinkan bisa terjadi penularan dari hewan yang terinfeksi ke manusia," ucap Andi.

Penggunaan alat yang keempat yakni sepatu bot untuk melindungi kaki dari proses penularan infeksi hewan ternak.

"Pada saat penyembelihan, tolong diperhatikan betul bahwa sekiranya itu adalah tempat yang dasarnya adalah semacam semen atau rata dan bukan tanah. Nanti darahnya itu juga lebih baik dialirkan ke tempat yang bagus, tidak dibuang di badan sungai. Ada baiknya jika itu tanahnya digali dan darahnya dialirkan ke lubang tersebut," ujar Andi.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemenkes: Perhatikan 4 kewaspadaan terkait kesehatan hewan kurban



Pewarta:
Editor: Erie Syahrizal
COPYRIGHT © ANTARA 2026