
Pemkab Solok Selatan imbau panitia kurban tidak potong hewan produktif

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok Selatan, Sumatra Barat mengimbau masyarakat maupun panitia kurban tidak memotong sapi, kerbau maupun kambing betina produktif saat Idul Adha.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Solok Selatan Irwan Supriadi, di Padang Aro, Senin, mengatakan, ternak betina produktif memiliki peran vital sebagai penghasil keturunan.
"Ternak betina produktif seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba juga menjadi kunci keberlanjutan populasi ternak di daerah. Bila hewan betina produktif dipotong, maka kita kehilangan potensi lahirnya generasi ternak berikutnya," katanya.
Dia menyebutkan, pelarangan pemotongan ternak betina produktif bertujuan untuk menjaga populasi, mendukung swasembada daging, serta meningkatkan kesejahteraan peternak melalui ketersediaan bibit yang berkelanjutan di tingkat lokal.
Hal itu, kata dia, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Dia menjelaskan, pemotongan ternak betina tetap diperbolehkan dengan syarat tertentu, yakni apabila telah dinyatakan tidak produktif oleh petugas berwenang.
Kriteria ternak betina yang tidak produktif antara lain berumur lebih dari delapan tahun, mengalami kecelakaan yang mengharuskan pemotongan paksa, mandul atau tidak dapat bereproduksi, serta menderita penyakit menular yang membahayakan manusia.
Pemkab Solok Selatan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, baik melalui kantor wali nagari maupun Kecamatan agar tidak memotong hewan ternak betina produktif.
Selain itu, juga dilakukan pemasangan spanduk imbauan bertajuk “Stop Pemotongan Ternak Betina Produktif” di berbagai titik strategis.
Masyarakat juga diimbau untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan status reproduksi ternak secara gratis melalui Unit Puskeswan terdekat, seperti Puskeswan Muaralabuh (Kecamatan Pauh Duo), Puskeswan Sungai Gading (Kecamatan Sangir Balai Janggo), dan Puskeswan Sangir di Padang Aro.
“Memotong satu ekor betina produktif sama saja dengan menghentikan masa depan peternak. Satu ekor betina yang diselamatkan hari ini adalah harapan bagi ratusan ternak di masa depan," katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Solok Selatan pada 2024 jumlah sapi sebanyak 11.434 ekor, kerbau 5.523 ekor dan kambing 8.725 ekor.
Pewarta: Rahmatul Laila
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
