
Padang gunakan kode batang untuk bagikan daging kurban pada ASN

Kota Padang (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) kembali menerapkan pembagian daging kurban kepada aparatur sipil negara (ASN) setempat menggunakan mekanisme pindai kode batang atau barcode.
"Tahun ini Pemkot Padang kembali mengandalkan sistem barcode untuk memastikan pembagian daging kurban bagi ASN berjalan rapi, cepat dan transparan," kata Asisten II Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Padang Didi Aryadi di Kota Padang, Kamis.
Sistem digitalisasi ini dirancang sesederhana mungkin namun tetap aman. Satu peserta kurban mendapatkan satu kode batang. Setelah itu, peserta cukup menunjukkan kode batang kepada petugas menggunakan gawai. Usai dipindai petugas, peserta akan menerima 1,5 kilogram daging hewan kurban. Setelah itu, secara otomatis kode batang tadi akan terkunci dan tidak bisa dipindai ulang.
Langkah ini dilakukan setelah pada 2025 Pemerintah Kota Padang berhasil membagikan daging kurban kepada para ASN menggunakan mekanisme pindai kode batang tanpa adanya antrean panjang hingga klaim kupon ganda.
Menurutnya, penerapan digitalisasi untuk pembagian daging kurban merupakan solusi tepat untuk memangkas keruwetan birokrasi di lapangan. Selain memudahkan petugas, implementasi kode batang juga memastikan pembagian daging kurban tepat sasaran.
"Sistem barcode ini sudah kita mulai sejak tahun lalu. Hasilnya efektif, makanya tahun ini kita terapkan lagi untuk memudahkan peserta," ujar dia.
Sebelum sistem pindai kode batang dilakukan, panitia sempat kewalahan oleh oknum yang mencoba menggandakan kupon fisik. Tidak hanya itu, penumpukan massa di rumah potong Hewan sering kali menyebabkan kemacetan sehingga mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Sementara itu, salah seorang ASN Kota Padang Zul Asfi Lubis menyambut baik langkah pemerintah setempat yang kembali menerapkan pindai kode batang untuk membagikan daging kurban Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.
"Dulu, sebelum menggunakan kode batang pengambilan daging kurban menumpuk di satu titik. Kawasan RPH Dinas Pertanian sampai macet total," kata dia.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
