Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Pasaman Barat monitoring dan dampingi UMKM sikapi kenaikan harga plastik

Rabu, 29 April 2026 16:05 WIB
Image Print
Kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Pasaman Barat. Saat ini dinas terkait melakukan monitoring dan pendampingan pelaku UMKM menyikapi harga plastik yang naik. ANTARA/Altas Maulana. (Dampingi UMKM sikapi kenaikan harga plastik)

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat monitoring pasar secara rutin hingga pendampingan pelaku UMKM agar tetap mampu menjaga stabilitas produksi dan harga jual dampak kenaikan harga plastik

"Hampir semua UMKM terdampak akibat kenaikan harga plastik dipicu pasokan global dan harga energi di dunia yang tidak bisa kita hindari," kata Kepala Bidang UKM Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Pasaman Barat Khairil di Simpang Empat, Rabu

Menurutnya pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipatif, mulai dari pemantauan harga dan ketersediaan barang di pasar hingga pendampingan langsung kepada pelaku UMKM.

"Pendampingan ke UMKM terus kita lakukan bagaimana menyiasati harga plastik yang naik," katanya.

Dia memberikan solusi kepada pelaku UMKM Pasaman Barat untuk mulai beralih ke alternatif kemasan non-plastik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

"Kita mencoba mendampingi untuk inovasi kemasan di UMKM. Tidak mutlak menggunakan plastik, tapi dengan bahan-bahan lain yang bisa menekan biaya produksinya," kata dia.

Selain mendorong substitusi kemasan, pihaknya juga mengajak menggunakan bahan selain plastik.

Jika pun harga naik, dia mengharapkan masih dalam kewajaran sehingga tidak menambah beban masyarakat.

Pihaknya juga telah melakukan pengecekan di sejumlah toko dan pasar. Hasil pengecekan itu menunjukkan adanya kenaikan harga plastik.

"Monitoring dan pendampingan akan terus kita lakukan sambil mencari solusi dari kenaikan harga plastik itu," katanya.

Salah seorang pedagang rumah makan di Simpang Empat Ita (61) membenarkan harga plastik mengalami kenaikan dari biasanya.

Jika sebelumnya harga plastik Rp36 ribu per kilogram saat ini naik menjadi Rp55 ribu per kilogram.

"Selain harga plastik naik harga sejumlah kebutuhan juga naik seperti ayam biasanya Rp40 ribu per kilogram saat ini naik menjadi Rp43 ribu. Minyak kita biasanya Rp14 ribu naik menjadi Rp20 ribu per kilogram dan harga telur naik dari Rp55 ribu menjadi Rp65 ribu per tray," katanya.

Menyikapi itu, dia terpaksa menaikkan harga penjualan. Biasanya satu porsi nasi Rp25 ribu saat ini naik menjadi Rp30 ribu per bungkus.

"Kedepannya kami akan memberikan peluang ke membeli jika membeli nasi membawa tempat dari rumah maka akan di diskon. Selain itu juga akan mencari alternatif lain tanpa menggunakan plastik," kata dia.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026