Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkab Tanah Datar kini miliki sekolah untuk lansia

Rabu, 22 April 2026 15:11 WIB
Image Print
Bupati Tanah Datar Eka Putra berasosiasi dengan para lansia di sela-sela peresmian sekolah lansia di Nagari Peninjauan (Antara/Etri Saputra)

Batusangkar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat termasuk bagi kelompok lanjut usia (lansia) dengan menghadirkan sekolah lansia di Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto.

Bupati Tanah Datar Eka Putra, di Peninjauan Rabu, mengatakan keberadaan sekolah lansia merupakan strategi untuk meningkatkan potensi dan peran lansia baik dalam kehidupan pribadi maupun di tengah masyarakat.

“Sekolah lansia ini kita hadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lansia agar tetap sehat, mandiri, dan produktif,” kata bupati.

Dia mengatakan, di sekolah lansia siswa diberikan pelatihan dan pendidikan guna meningkatkan pengetahuan serta keterampilan yang dapat menunjang aktivitas mereka sehari-hari.

Para lansia diharapkan mampu menerapkan tujuh dimensi lansia tangguh di sekolah tersebut, meliputi dimensi spiritual dengan meningkatkan ibadah, dimensi sosial melalui keaktifan bersosialisasi, dimensi emosional dengan menjaga keharmonisan keluarga, serta dimensi fisik dengan menerapkan pola hidup sehat.

"Selain itu, terdapat juga dimensi intelektual dengan terus mengasah kemampuan berpikir, dimensi profesional vokasional agar lansia tetap memiliki aktivitas produktif, serta dimensi lingkungan dengan menciptakan lingkungan yang ramah, aman, dan nyaman bagi lansia," kata dia.

Kepala sekolah lansia Paninjauan, Fitriani, mengatakan bahwa saat ini jumlah siswa sekolah lansia sebanyak 20 orang dengan rata-rata usia 60 tahun dengan siswa tertua berusia 70 tahun.

Untuk tahap awal pertemuan belajar mengajar direncanakan akan dilakukan dua kali dalam sebulan namun bisa disesuaikan seiring waktu berjalan.

“Untuk tahap awal, kegiatan direncanakan dua kali pertemuan dalam sebulan. Namun ke depan, kita upayakan menjadi empat kali pertemuan setiap bulannya agar manfaat yang dirasakan peserta lebih optimal,” jelasnya.

Dia berharap, keberadaan sekolah lansia ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial bagi para lansia agar tetap aktif, berdaya, dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026