KPK periksa Muhadjir Effendy
- 1 jam lalu
Warga melintasi jembatan darurat saat alat berat bekerja di lokasi terdampak bencana di Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, Senin (18/5/2026). Pemerintah pusat menganggarkan Rp670 miliar untuk penanganan jalan Malalak yang rusak pascabencana November 2025, dengan pengerjaan dilakukan bertahap, dimulai dengan penanganan darurat yang kini sedang berlangsung hingga September 2026 dan diteruskan pembangunan permanen. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/bar
Foto udara operator mengoperasikan alat berat dalam penanganan jalan pascabencana di Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, Senin (18/5/2026). Pemerintah pusat menganggarkan Rp670 miliar untuk penanganan jalan Malalak yang rusak pascabencana November 2025, dengan pengerjaan dilakukan bertahap, dimulai dengan penanganan darurat yang kini sedang berlangsung hingga September 2026 dan diteruskan pembangunan permanen. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/bar
Foto udara operator mengoperasikan alat berat dalam penanganan jalan pascabencana di Malalak Timur, Agam, Sumatera Barat, Senin (18/5/2026). Pemerintah pusat menganggarkan Rp670 miliar untuk penanganan jalan Malalak yang rusak pascabencana November 2025, dengan pengerjaan dilakukan bertahap, dimulai dengan penanganan darurat yang kini sedang berlangsung hingga September 2026 dan diteruskan pembangunan permanen. ANTARA FOTO/Fitra Yogi/bar