
Pemkab Tanah Datar sosialisasikan sawah pokok murah pemulihan pasca bencana

Batusangkar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar menggelar sosialisasi dan sekolah lapang penerapan teknologi sawah pokok murah dan padi salibu sebagai upaya pemulihan sektor pertanian pasca bencana galodo dan banjir bandang yang melanda daerah itu sejak 2024 lalu.
"Teknologi padi sawah pokok murah dan padi salibu dinilai terbukti lebih efisien dan mampu menekan biaya produksi hingga 30 persen namun tetap meningkatkan produktivitas hasil pertanian," kata Kepala Dinas Pertanian Tanah Datar Sri Mulyani, di Batusangkar Selasa, (19/5).
Dia mengatakan, Kabupaten Tanah Datar sendiri merupakan daerah agraris dengan mayoritas masyarakatnya bermata pencaharian sebagai petani dan penyumbang PDRB tertinggi dari lapangan pekerjaan lainnya.
Namun, bencana galodo dan banjir bandang yang terjadi dalam tiga tahun terakhir mengakibatkan kerusakan lahan pertanian, infrastruktur pertanian, hingga menyebabkan puso atau gagal panen di sejumlah nagari (desa)sehingga berdampak terhadap produksi padi di Tanah Datar.
Dia menyebut, berdasarkan data Dinas Pertanian pada tahun 2024, produksi padi di Tanah datar mencapai sekitar 300 ribu ton, sementara pada tahun 2025 mengalami penurunan sekitar 15 persen menjadi 265 ribu ton.
"Meski produksi padi di Tanah Datar masih dalam kondisi surplus, namun penurunan tersebut turut mempengaruhi upaya swasembada pangan secara nasional," kata dia.
Terkait kondisi tersebut, kata dia, Bupati Tanah Datar memberikan perhatian serius terhadap pemulihan sektor pertanian khususnya di daerah terdampak bencana dengan mengupayakan tambahan dana Transfer ke Daerah (TKD).
Pada tahun 2025, melalui mekanisme pergeseran anggaran dana penyesuaian TKD, anggaran tersebut telah masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar.
"Salah satu pemanfaatannya digunakan untuk kegiatan sosialisasi dan sekolah lapang dalam penerapan teknologi sawah pokok murah dan padi salibu ini," kata dia.
Selain itu, penerapan teknologi sawah pokok murah juga diharapkan mampu memulihkan kondisi tanah pertanian yang mulai mengalami penurunan kualitas akibat penggunaan bahan kimia secara berlebihan.
"Melalui kegiatan sosialisasi dan sekolah lapang ini, kami diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan keterampilan petani serta petugas pertanian khususnya di wilayah terdampak bencana agar mampu menerapkan pola budidaya yang lebih efisien," ujarnya.
Pewarta: Etri Saputra
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
