
Pemprov Sumbar dan Pemda Bukittinggi Agam sepakati penanganan drainase antisipasi banjir

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat bersama Pemerintah Daerah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam menyepakati penanganan drainase terkait potensi banjir yang terjadi Kota Bukittinggi.
Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Bukittinggi, Rismal Hadi, menyampaikan, penanganan drainase perlu dilakukan secara terpadu dan lintas wilayah, mengingat aliran air yang saling terhubung antara Bukittinggi dan Agam.
Koordinasi ini diharapkan mampu menghasilkan langkah konkret dalam mengurangi potensi banjir serta meningkatkan efektivitas pengelolaan drainase di Kota Bukittinggi.
“Salah satu upaya yang dinilai paling memungkinkan adalah mengurangi debit air yang masuk ke Kota Bukittinggi, khususnya dari kawasan Jambu Air dengan mengalirkannya melalui jalur Bypass hingga ke Batang Tambuo," kata Rismal.
Opsi pembangunan saluran pengalihan ini menjadi salah satu solusi, namun pelaksanaannya membutuhkan dukungan lintas sektor, terutama perizinan dari Balai Jalan karena sebagian jalur berada di jalan nasional.
Rismal menyebut terdapat beberapa langkah yang perlu segera ditindaklanjuti, antaranya perizinan penggunaan jalan nasional dan penyiapan rekayasa lalu lintas selama proses pengerjaan yang diperkirakan berlangsung sekitar enam bulan.
"Serta peninjauan kembali Desain Enginnering Design (DED) agar sesuai dengan kondisi terkini. Kalau ini sudah kita sepakati, kita harus segera mengambil langkah konkret agar penanganan banjir dapat berjalan efektif,” katanya.
Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Zefnihan, menyampaikan bahwa untuk jangka panjang, pengendalian air yang masuk ke Kota Bukittinggi harus dilakukan melalui manajemen air terpadu lintas wilayah, termasuk pengalihan aliran air serta pembangunan infrastruktur pengendali seperti kolam tangkapan air dan sumur resapan di wilayah hulu.
Penanganan ini membutuhkan dukungan data dan sinergi dari Pemerintah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam agar dapat ditinjau kembali oleh Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat.
“Kita optimis dengan kolaborasi yang kuat dan perencanaan yang matang, penanganan banjir ini dapat kita selesaikan secara bertahap, sejalan dengan visi menjadikan Bukittinggi sebagai kota yang semakin maju dan mendunia,” ujarnya.
Rapat koordinasi dihadiri oleh perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), Bappeda Provinsi Sumatera Barat, Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDA BK) Provinsi Sumatera Barat, serta Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kota Bukittinggi dan Pemerintah Kabupaten Agam.
Pewarta: Altas Maulana
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
