Logo Header Antaranews Sumbar

Wamenkes kunjungi RSUD Bukittinggi, siap bantu kebutuhan rumah sakit

Rabu, 13 Mei 2026 15:24 WIB
Image Print
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyerahkan proposal permintaan bantuan kebutuhan fasilitas kesehatan rumah sakit kepada Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus saat mengunjungi RSUD Bukittinggi. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pemkot Bukittinggi, Rabu (13/5). Wamenkes memberikan apresiasi sekaligus siapkan bantuan kelengkapan rumah sakit.

"Kami berikan apresiasi pada Wali Kota dan jajaran Pemkot Bukittinggi yang bisa membangun fisik RSUD dengan anggaran APBD. Tentu kami di Kemenkes akan siap bantu, melengkapi apa yang diperlukan," kata Wamenkes.

Ia didampingi Anggota DPR RI Komisi IX, Ade Rezki Pratama dan dr. Suir Syam mengunjungi RSUD Bukittinggi yang disambut langsung Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias yang menyerahkan proposal bantuan penunjang kesehatan senilai Rp 44 miliar.

Menurut Wamenkes, kunjungan kerja peninjauan beberapa rumah sakit di daerah dilakukan untuk visitasi kebutuhan agar pelayanan kesehatan terus berjalan maksimal ke masyarakat.

"Dengan mengunjungi rumah sakit, kita tahu persis kebutuhan rumah sakit setiap daerah. Bukittinggi ada beberapa rumah sakit. Kami berharap, diatur supaya keterpaduan antar rumah sakit di Bukittinggi bisa berjalan maksimal," kata Wamenkes.

"Kita butuh, fokus RSUD ini ke arah mana, keunggulannya atau kekhususannya dimana? Sehingga SDM dan peralatannya bisa kita perkuat,” katanya menambahkan.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menjelaskan, RSUD Bukittinggi diresmikan pada 18 Januari 2021. Tahun 2026 ini, rumah sakit milik Pemkot Bukittinggi ini baru berusia lima tahun.

Wako mengakui, masih banyak peralatan kesehatan yang dibutuhkan rumah sakit ini, untuk dapat melayani pasien dengan lebih maksimal.

“Tahun ini RSUD Bukittinggi masih berusia lima tahun, masih muda. Namun, karena kesehatan ini merupakan urusan wajib, kami Pemkot Bukittinggi terus berupaya untuk memenuhi standar layanan kesehatan, termasuk di RSUD sendiri," katanya.

Ramlan melanjutkan, untuk pengembangan RSUD, Pemkot Bukittinggi membutuhkan bantuan dari pemerintah pusat dan juga Anggota DPR RI. Ramlan mengakui, tanpa bantuan pusat, perkembangan rumah sakit akan bergerak lambat.

“Untuk itu, kami dari pemerintah kota mengirimkan proposal tentunya, untuk bantuan peralatan kesehatan dan hari ini kita serahkan proposal senilai Rp 44 miliar. Semoga ini bisa dibantu oleh pusat, agar RSUD Bukittinggi ini, semakin berkembang dan dapat melayani seluruh permasalahan kesehatan masyarakat,” ujar Wako.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026