
Sawahlunto perkuat literasi digital siswa untuk cegah ancaman siber

Sawahlunto (ANTARA) - Pemerintah Kota Sawahlunto Provinsi Sumatera Barat memperkuat literasi digital siswa sekolah menengah pertama untuk mencegah ancaman siber seperti kebocoran data, penipuan daring, dan penyebaran informasi yang tidak benar.
Langkah tersebut dilakukan melalui program edukasi keamanan informasi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat di era digital.
Kepala Bidang Layanan E-Government, Pengelolaan Infrastruktur dan Persandian Diskominfo Sawahlunto Egi Delvita, di Sawahlunto, Rabu mengatakan penguatan literasi digital menjadi langkah preventif dalam menghadapi meningkatnya risiko keamanan informasi.
“Keamanan informasi bukan hanya soal teknis, tetapi lebih pada kesadaran pengguna dalam menjaga data dan aktivitas digitalnya,” kata Egi.
Ia menyebut pelajar menjadi kelompok yang paling aktif menggunakan teknologi digital, namun juga paling rentan terhadap berbagai ancaman siber.
Materi edukasi difokuskan pada penguatan keamanan akun, kesadaran jejak digital, pengenalan phishing dan rekayasa sosial, serta perlindungan data pribadi.
Program tersebut telah dilaksanakan di tiga sekolah, yakni SMP 1, SMP 2, dan SMP 3, dan akan dilanjutkan secara bertahap ke seluruh sekolah tingkat SMP di Kota Sawahlunto.
Selain aspek edukasi, program tersebut juga diarahkan untuk menekan potensi cyberbullying, penyebaran hoaks, serta penyalahgunaan data pribadi di kalangan pelajar.
Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan generasi muda di ruang digital.
Ia menyebut penguatan literasi digital di tingkat daerah juga melengkapi kebijakan pemerintah pusat dalam melindungi anak dan remaja dari dampak negatif internet dan media sosial.
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya kami melengkapi program pemerintah pusat dalam melindungi generasi muda, termasuk melalui kebijakan seperti PP Tunas yang mengatur perlindungan anak di ruang digital,” kata Riyanda.
Selain itu, ia menyarankan agar program literasi digital tersebut ke depan dapat disinkronkan dengan pemerintah desa dan kelurahan untuk menjangkau lebih luas generasi muda di lingkungan masyarakat.
Pemerintah Kota Sawahlunto menilai penguatan literasi digital menjadi bagian dari strategi menjaga keamanan informasi dan ketahanan masyarakat di tingkat daerah.
Ke depan, program tersebut akan terus diperluas sebagai bagian dari penguatan tata kelola keamanan informasi dan adaptasi terhadap perkembangan ancaman siber.
Pewarta: Yudha Ahada
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
