Logo Header Antaranews Sumbar

Polri segera rampungkan dua jembatan bailey di lokasi bencana Agam

Kamis, 19 Februari 2026 11:12 WIB
Image Print
Anggota Polri membantu anak-anak melintasi jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Rabu (19/2/2026). ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kabupaten Agam (ANTARA) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) segera merampungkan pembangunan dua jembatan bailey yang dibangun di dua daerah terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

"Di sini (Kecamatan Palembayan) Polri mengerjakan dua jembatan bailey. Satu di Sawah Laweh dan satu lagi di Subarang Aia," kata Wakil Komandan Batalyon Satuan Tugas Penanganan Bencana Brimob Polda Sumbar Kompol Dasrinal di Kabupaten Agam, Kamis.

Kompol Dasrinal mengatakan untuk pengerjaan di Subarang Aia saat ini sudah mencapai 90 persen, dan diperkirakan rampung atau bisa dilewati kendaraan satu atau dua hari ke depan. Sebab, konstruksi jembatan sudah berada di atas fondasi dan tinggal proses penuntasan saja.

Sementara itu, untuk jembatan bailey di Sawah Laweh pengerjaan fisik sudah mencapai 75 persen, dan ditargetkan rampung pada Minggu (22/2/2026). Kedua jembatan ini sangat vital bagi masyarakat, salah satunya akses utama bagi warga di Jorong Kayu Pasak Selatan untuk menuju pasar tradisional di daerah itu.

Pada awalnya Kapolri menginstruksikan jajarannya agar pembangunan dua jembatan bailey di Nagari Salareh Aia dapat dilintasi pengendara sebelum masuknya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Namun, hujan dengan intensitas lebat yang terjadi beberapa waktu terakhir berimbas pada pengerjaan.

"Target awalnya memang sudah selesai sebelum Ramadhan, karena akses jembatan ini sangat penting bagi warga untuk pergi ke pasar, sekolah sekaligus melaksanakan ibadah puasa," ujar dia.

Untuk mempercepat pembangunan jembatan bailey, Polri menurunkan 100 anggota Brimob Polda Sumbar, ditambah enam teknisi dari Resimen Brimob Kelapa Dua. Pembangunan jembatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan Polri untuk percepatan pemulihan daerah-daerah terdampak bencana di Ranah Minang.

Sementara itu, Wali Nagari (kepala desa) Salareh Aia Rijal Islami mengatakan sebelum adanya pembangunan jembatan bailey, masyarakat setempat sudah tiga kali membangun jembatan darurat dari pohon kelapa dan bambu. Namun, tingginya intensitas curah hujan menyebabkan debit air sungai meningkat pesat dan menyebabkan jembatan darurat tersebut jebol.

"Kita sudah membangun tiga kali jembatan darurat, tapi selalu jebol, oleh karena itu keberadaan jembatan bailey ini sangat penting bagi masyarakat," katanya.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Polri segera rampungkan dua jembatan bailey di lokasi bencana Agam



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026