Logo Header Antaranews Sumbar

Kementan siapkan 300 pompa bantu irigasi sawah terkena bencana Sumbar

Jumat, 1 Mei 2026 12:03 WIB
Image Print
Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar Afniwirman saat diwawancarai di Kota Padang. ANTARA/Muhammad Zulfikar

Kota Padang (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan sekitar 300 unit pompa air untuk membantu mengaliri sawah masyarakat di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang terdampak bencana hidrometeorologi pada November 2025.

"Kementan menyiapkan 300 pompa air untuk membantu mengaliri air ke sawah masyarakat yang terdampak bencana," kata Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar Afniwirman di Padang, Jumat.

Afniwirman mengatakan ratusan pompa itu merupakan respons pemerintah pusat menyikapi masifnya dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Sumbar. Dari pendataan yang dilakukan pemerintah, banyak areal persawahan masyarakat terkendala air karena irigasi rusak dan jebol.

Pemerintah Provinsi Sumbar melalui dinas terkait telah menyampaikan kepada masing-masing kabupaten dan kota agar terlebih dahulu mendata areal sawah warga yang terkendala irigasi, namun memiliki sumber air.

"Pendataan yang akurat sangat dibutuhkan agar bantuan dari Kementan tersebut tepat sasaran dan sesuai peruntukannya," katanya.

Setelah pendataan dilakukan, Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura akan menyalurkan bantuan dalam bentuk uang kepada kabupaten dan kota yang selanjutnya dilakukan pengadaan pompa air bagi kelompok tani.

Hingga saat ini dari beberapa kabupaten dan kota yang areal persawahannya terdampak bencana, baru Kabupaten Agam yang mengajukan permohonan bantuan pompa air. Bantuan dari Kementan ini tidak hanya dalam bentuk mesin pompa namun juga dilengkapi dengan peralatan pendukung seperti pipa.

"Bantuan pompa air ini tidak hanya bagi sawah terdampak bencana, namun juga bisa dialokasikan untuk sawah yang terkendala irigasi," kata dia.

Ia menyampaikan setelah bantuan pompa air diberikan kepada masing-masing kelompok tani, maka penggunaannya harus bergantian. Sebab, pemerintah berharap bantuan yang disalurkan bisa memberikan manfaat secara merata kepada semua masyarakat.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026