
Sumbar pusatkan gerakan tanam serentak nasional di Agam

Kota Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memusatkan gerakan tanam serentak nasional yang dijadwalkan pada 30 April 2026 di Kabupaten Agam berkaitan upaya percepatan rehabilitasi sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi di daerah itu.
"Kami diinformasikan oleh pihak Kementerian Pertanian terkait pelaksanaan penanaman serentak pada Sabtu (25/4) lalu, dan di Sumbar kami fokuskan di Kabupaten Agam tepatnya pinggir Danau Maninjau," kata Kepala Dinas Pertanian Sumbar Afniwirman di Padang, Rabu.
Secara umum, ia mengatakan proses rehabilitasi lahan pertanian di Kabupaten Agam sempat mengalami kendala dan keterlambatan khususnya di Kecamatan Palembayan.
Kendala tersebut dikarenakan banyaknya lahan yang tidak jelas lagi kepemilikannya. Hal itu juga berkaitan dengan batas lahan yang tidak jelas sebab banyak yang sudah tertimbun material banjir bandang berupa pasir, kayu hingga batu-batuan.
"Ini disebabkan pula banyaknya korban jiwa. Bahkan satu keluarga meninggal, tetangganya pun meninggal sehingga kami terkendala untuk mendapatkan informasi terkait kepemilikan, luas lahan serta batas sempadan lahannya," katanya.
Ia menjelaskan pemulihan lahan pertanian pascabencana diawali dengan proses administrasi yang mencakup data calon petani dan calon lokasi (CPCL). Artinya, terdapat tahapan menghitung luas lahan terdampak masing-masing petani dan selanjutnya petani dimasukkan dalam kelompok-kelompok tertentu.
"Katakanlah kelompok tani A. Maka mesti didata berapa orang anggota kelompok A yang lahannya terdampak dan berapa masing-masingnya," katanya.
Hal itu bertujuan agar dalam surat perjanjian kerja sama yang ditandatangani oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) dengan kelompok tani memiliki kejelasan mengenai luasan lahan serta nilai uangnya.
Ia mengatakan kondisi pendataan itulah yang sempat menjadi kendala di wilayah Kecamatan Palembayan. Namun, secara umum persoalan tersebut kini telah ditangani dengan maksimal oleh petugas termasuk para penyuluh pertanian.
Aksi tanam serentak oleh Kementerian Pertanian di Kabupaten Agam diharapkan menjadi momentum untuk percepatan rehabilitasi lahan persawahan yang rusak akibat dihantam banjir bandang dan tanah longsor di akhir November 2025.
Langkah ini sekaligus upaya pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian khususnya produksi gabah di tengah adanya potensi ancaman El Nino pada 2026.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
