
Sumbar rehabilitasi 70 persen sawah pascabencana di Padang Pariaman

Padang (ANTARA) - Dinas Pertanian (Distan) Sumatera Barat menyampaikan, rehabilitasi lahan sawah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 tepatnya di Nagari Pasie Laweh, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman sudah mencapai 70 persen.
"Alhamdulillah 70 persen sudah selesai dilaksanakan, tinggal sisanya sekitar 30 persen dan kami meyakini selesai dalam rentang satu bulan sesuai target dari Menteri Pertanian saat berkunjung pada pertengahan April," kata Kepala Dinas Pertanian Sumbar Afniwirman di Padang, Rabu.
Ia mengatakan, pihaknya terus berupaya maksimal dalam mempercepat penyelesaian rehabilitasi lahan sawah yang terdampak bencana khususnya sawah-sawah yang mengalami rusak ringan dan sedang.
Upaya tersebut, ujar dia, melibatkan semua pejabat pembuat komitmen (PPK)
di masing-masing kabupaten dan kota yang memang telah menyanggupi untuk melakukan berbagai percepatan sehingga target satu bulan penyelesaian dapat tercapai.
"Bahkan untuk Nagari Pesie Laweh, Kecamatan Lubuk Aluang, kami dari pihak provinsi menugaskan dua orang staf untuk piket di lokasi sejak 15 April sehingga setiap progres pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat diketahui," sebut dia.
Di sisi lain, target 100 persen rehabilitasi lahan sawah pada dasarnya merujuk hingga lahan tersebut dapat digunakan untuk budidaya padi.
Namun, persoalan lain muncul karena adanya irigasi yang jebol sehingga ketersediaan air tidak maksimal untuk mengaliri sekitar 23 hektare lahan yang ada.
"Jadi dalam waktu dekat, dipastikan dari semua lahan yang telah direhabilitasi menjadi lahan sawah ini, tidak semuanya bisa ditanami padi karena ketidakcukupan air," ujarnya.
Dari total 23 Ha lahan pertanian di wilayah itu, hanya sekitar 50 persen yang dapat berfungsi seperti sedia kala untuk ditanami padi. Pihaknya berharap masyarakat tetap memanfaatkan lahan secara maksimal agar menjadi sumber ekonomi.
"Paling tidak ini bisa menjadi sumber ekonomi. Beberapa bisa ditanami dengan padi sesuai ketersediaan air yang ada. Sementara lainnya nanti bisa ditanami jagung, kacang-kacangan dan sebagainya secara maksimal," tambah dia.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
