Kabupaten Agam (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) bersama Universitas Borobudur membantu masyarakat Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam membersihkan sisa-sisa material banjir bandang yang terjadi akhir November 2025.
"Hari ini PMI bersama relawan dari Universitas Borobudur membersihkan rumah-rumah warga yang masih terdampak material banjir," kata Kepala Markas PMI Kota Bukittinggi Ahmad Jais di Kabupaten Agam, Senin.
Selain membersihkan rumah-rumah warga, PMI bersama relawan Universitas Borobudur juga membersihkan selokan atau drainase yang masih tersumbat oleh material banjir bandang.
Untuk membersihkan rumah dan drainase tersebut, PMI mengerahkan satu truk tangki air bersih beserta tiga pompa air. Pembersihan rumah-rumah warga ini merupakan arahan dan instruksi langsung dari Ketua Umum PMI Pusat Jusuf Kalla agar membantu warga terdampak bencana.
"Arahan dari Pak Jusuf Kalla, kami diminta untuk membersihkan rumah-rumah warga, gorong-gorong hingga fasilitas umum yang terdampak bencana," kata dia.
Secara umum PMI sudah berkomunikasi dengan warga saat banjir bandang Malalak terjadi pada Rabu (26/11/2025). Namun PMI baru bisa turun ke lapangan satu hari setelahnya karena terkendala akses jalan yang sempat terputus.
Hingga saat ini organisasi kemanusiaan tersebut sudah melakukan berbagai tindakan dan kegiatan antara lain membantu pencarian dan evakuasi korban, memberikan pelayanan kesehatan gratis, penyediaan ambulans, menyalurkan bantuan air bersih, dan lain sebagainya.
Sementara itu salah seorang warga Malalak Timur, Camcen mengaku sangat terbantu dengan kehadiran personel PMI beserta relawan di desa tersebut sejak awal bencana terjadi.
"Kami sangat senang dan terbantu karena bantuan ini memang dibutuhkan masyarakat yang terdampak bencana," ucapnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PMI-Universitas Borobudur bantu bersihkan sisa material banjir di Agam
