BKSDA Sumbar bantu Pagari-warga terdampak bencana di Palembayan Agam

id BKSDA Sumbar,banjir bandang,Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam

BKSDA Sumbar bantu Pagari-warga terdampak bencana di Palembayan Agam

Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sumbar Antonius Vevri menyerahkan secara simbolis bantuan untuk Pagari dan warga terdampak banjir bandang di Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Minggu (7/12). Dok ANTARA/Yusrizal

Lubukbasung (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menyalurkan bantuan bahan kebutuhan pokok kepada Patroli Anak Nagari (Pagari) dan warga yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Minggu.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah 1 BKSDA, Antonius Vevri di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan bantuan diserahkan ke anggota Pagari di Kecamatan Palembayan yang terdampak langsung bencana banjir bandang.

"Kita menyalurkan paket kebutuhan pokok khusu untuk empat anggota Pagari terdampak langsung dan uang tali asih kepada mereka," katanya.

Ia mengatakan BKSDA Sumbar juga menyalurkan kebutuhan pokok kepada warga terdampak di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Bantuan yang diserahkan berupa beras, telur, susu, kebutuhan anak-anak dan lainnya.

"Bantuan kita salurkan ke Posko Pagari di Salareh Aia dan bantuan tersebut langsung didistribusikan oleh Pagari ke rumah warga," katanya.

Mudah-mudahan, bantuan yang disalurkan itu dapat membantu anggota Pagari dan warga terdampak untuk kebutuhan mereka.

Sementara Ketua Pagari Salareh Aia, Rano Fajri mengatakan bantuan yang diterima bakal diserahkan kepada anggota Pagari dan warga sekitar.

"Kita bakal peking dan langsung diantarkan atau dijemput warga ke posko," katanya.

Ia mengakui posko telah dibangun beberapa hari setelah kejadian atau semenjak Senin (1/12) dan bantuan berdatangan mulai dari BKSDA Sumbar, mahasiswa Kehutanan UNRI, pemerintah dan swasta.

Sebelumnya posko didirikan, anggota Pagari ikut langsung mengevakuasi korban yang hidup maupun sudah meninggal.

"Kita evakuasi korban satu jam saat kejadian sampai hari kedua," katanya.

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.