Dia mengaku selama kurang lebih dua bulan lebih menanti kejelasan dari kasus yang menimpa anaknya tersebut.
Dia bersyukur karena 22 tersangka kasus penganiayaan terhadap anaknya hingga meninggal dunia bisa segera disidang dalam waktu dekat.
“Saya hanya berharap agar para tersangka bisa berkata dengan jujur di persidangan nanti,” ujar dia.
Selain itu ia juga meminta kepada para hakim dan oditur militer agar melaksanakan persidangan secara terbuka.
Pada 6 Agustus 2025 Prada Lucky Saputra Namo meninggal dunia di RSUD di Nagekeo setelah dirawat intensif akibat dianiaya oleh sejumlah seniornya.
