Padang Panjang (ANTARA) - Walikota Padang Panjang, Sumatera Barat, Hendri Arnis mengatakan dengan inovasi Demonstration Plot (Demplot), pendampingan, dan dukungan teknologi, produktivitas pertanian tetap bisa ditingkatkan meski Padang Panjang memiliki keterbatasan lahan.
Hal itu dikatakannya usai melakukan panen Demplot padi di lahan Kelompok Tani Gajah Tanang Sejahtera, depan Balai Benih Ikan (BBI), Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan padang Panjang Timur, Rabu.
“Meski lahan sawah kita terbatas dibanding daerah tetangga, justru dari keterbatasan itu lahir semangat untuk lebih efisien, inovatif, dan produktif,” kata Hendri Arnis.
Ia berharap, panen Demplot menjadi momentum kebangkitan semangat petani. Dari lahan kecil bisa lahir kemandirian pangan.
“Dengan cara ini, ketahanan pangan daerah semakin kuat dan kesejahteraan petani juga meningkat,” kata dia.
Demplot merupakan metode penyuluhan pertanian yang sangat efektif karena melibatkan panca indra, membuat petani lebih mudah menerima dan memahami teknologi yang diperkenalkan. Dengan menerapkan metode yang lebih baik, demplot dapat menunjukkan potensi peningkatan hasil padi.
Penanaman Demplot Poktan Gajah Tanang Sejahtera dilakukan secara swadaya pada 3 Juni 2025 dengan luasan 0,3 hektare. Tiga teknologi pertanian modern diterapkan dalam kegiatan ini, yakni sistem tanam jajar legowo 4:1 dan 2:1, penggunaan benih bersertifikat, serta pemupukan berimbang dengan dukungan PT Pupuk Indonesia melalui distributor CV Tani Maju.
“Berkat dukungan berbagai pihak, produksi pertanian kita terus meningkat. Tahun 2024, Padang Panjang bahkan mencatat surplus beras sebanyak 200 ton,” ungkap Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Padang Panjang, Ade nafrita Anas.
Usai panen Demplot Pemkot dan Forkopimda menyerahkan bantuan kepada kelompok tani, berupa tiga unit traktor roda dua, satu unit rice transplanter untuk empat kelompok tani, rehabilitasi jaringan irigasi melalui Program P3-TGAI untuk enam daerah irigasi. Serta berbagai bantuan sosial di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Walikota Hendri Arnis menegaskan pemerintah daerah terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada 2026 melalui berbagai program bantuan, untuk itu diharapkan bantuan yang disalurkan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan penuh tanggung jawab.
