
Pariaman dorong BUMDes perkuat produksi padi wujudkan kemandirian pangan

Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di daerah itu untuk memperkuat produksi pangan salah satunya padi dan penggunaan teknologi modern guna mewujudkan kemandirian pangan sehingga dapat mendukung visi nasional.
"Sektor pangan khususnya komoditas padi dan ternak merupakan strategi kunci dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan," kata Wali Kota Pariaman Yota Balad di Pariaman, Senin.
Ia mengatakan BUMDes dapat menjadi salah satu pihak yang dapat mendukung penguatan swasembada pangan khususnya padi apalagi kendala pengairan yang dialami selama ini telah teratasi semenjak Irigasi Anai II beroperasi mulai Januari 2026.
Ia menyampaikan salah satu BUMDes di Pariaman yang memanfaatkan irigasi tersebut untuk mendukung swasembada pangan yaitu BUMDes Sejahtera Mandiri, Desa Toboh Palabah , Kecamatan Pariaman Selatan dengan memproduksi padi lebih dari 10 ton dalam sekali panen.
"Irigasi ini sangat berguna, kami mendorong desa lain (BUMDes) di Kota Pariaman bisa membuat kegiatan yang bisa menghasilkan pangan, tetapi kami berharap tidak saja padi juga ada ternak," katanya.
Pihaknya berharap dengan BUMDes di Pariaman mendukung penguatan swasembada pangan bahkan hingga dilengkapi teknologi pertanian maka produksi padi di daerah itu tidak saja mudah dan cepat namun juga produksinya melimpah serta berkualitas tinggi.
"Alhamdulillah beberapa hari yang lalu kami juga sudah mengusulkan proposal kepada Mentan (Menteri Pertanian) dan langsung direspon oleh bapak Mentan, Andi Amran Sulaiman," ujarnya.
Ia menyebutkan proposal tersebut berisi permohonan bantuan pengadaan sejumlah peralatan mesin pertanian dan bibit tanaman produktif. Alat mesin pertanian tersebut di antaranya drone, dan mesin penggiling padi.
"Drone ini berfungsi untuk menyemprotkan pestisida, herbisida, atau pupuk cair secara presisi dan merata, bahkan pada area yang sulit dijangkau," kata dia.
Ia menambahkan meskipun Pariaman tidak memiliki lahan sawah yang luas dibanding daerah tertangga namun daerah itu harus menjadi terdepan bahkan pelopor di bidang teknologi pertanian.
Sementara itu, Ketua BUMDes Sejahtera Mandiri Desa Toboh Palabah, Ardianto mengatakan aktifnya Irigasi Anai II menjadi titik balik bagi produktivitas desa yang sempat terhenti yang relatif lama.
"Dengan irigasi anai II yang sudah dialiri ini, kami sudah bisa menanam padi," ujar dia.
Ia mengatakan lahan yang dikelola BUMDes tersebut memiliki luas sekitar dua hektare dengan total produksi mencapai 10 sampai 14 ton dengan menggunakan varietas padi sokan.
Ke depan, lanjutnya BUMDes tersebut akan diversifikasi komoditas salah satunya jagung karena komoditas itu saat ini memiliki harga yang relatif tinggi.
Sebelumnya, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Saayun Sarantak Dagam Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat mengembangkan usaha pengeringan gabah mengatasi masalah cuaca yang dapat mengganggu produksi pertanian di daerah itu.
"Pembuatan Oven Gabah Serbaguna ini menghabiskan anggaran APBDes sebesar Rp150 juta," kata Direktur Utama BUMDes Saayun Sarantak Dagam Komara, Khaidir di Pariaman.
Ia mengatakan dengan adanya teknologi pertanian tersebut maka petani bisa mengeringkan gabah dengan cepat dan merata tanpa bergantung pada cuaca.
Pewarta: Aadiaat Makruf S.
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
