Kopdes Sungai Duo Dharmasraya sebut suplai bahan jadi kendala

id Kopdes Sungai Duo Dharmasraya ,Nagari Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat

Kopdes Sungai Duo Dharmasraya sebut suplai bahan jadi kendala

Gubernur Mahyeldi Ansharullah (dua kanan), Bupati Annisa Suci Ramadhani (tiga kanan) saat meninjau gerai unit usaha Kopdes Nagari Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya, Sumbar, Senin (21/7). ANTARA/Ilka Jensen

Pulau Punjung (ANTARA) - Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) Nagari Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat mengemukakan terlambatnya suplai dari mitra menjadi salah satu kendala di lapangan pasca diresmikan sebagai kopdes mock up atau percontohan.

"Ada berapa kendala, misal terlambatnya suplai sembako dari mitra," kata Ketua Kopdes Nagari Sungai Duo, Fuad Diaulhaq, di Pulau Punjung, Rabu.

Menurut dia terlambatnya suplai sembako menyebabkan ketersediaan minyak goreng pada Unit Usaha bidang Sembako Kopdes Sungai Duo sudah tidak tersedia sejak berapa beberapa hari terakhir.

Ia mengatakan Kopdes Sungai Duo telah mengajukan permintaan kepada Mitra namun saat ini belum ada realisasi, sementara biaya klaim atas penjualan sudah dibayarkan.

"Ini maksud saya yang menjadi kendala tadi, di saat permintaan tinggi tapi barangnya tidak ada. Namun, hasil koordinasi terakhir kita, pihak penyedia baru akan mengirimkan pertengahan Agustus untuk minyak goreng," ujarnya.

Selain itu, kata dia kendala lain yang dihadapi adalah keterbatasan dana untuk modal usaha, untuk itu ia mendorong pemerintah segara mencairkan pinjaman yang akan diajukan ke Bank yang sudah ditunjuk.

"Kami di pengurus cukup semangat saat ini, untuk itu yang paling penting dalam memaksimalkan kegiatan usaha tentu tergantung pada modal. Karena untuk stok kita saat ini sangat terbatas, misal pupuk, gas Elpiji tiga kilogram kita tidak dapat membeli dalam jumlah banyak," katanya.

Ia mengatakan secara keseluruhan kegiatan unit usaha Kopdes Sungai Duo sebagai Kopdes Percontohan di Sumbar sudah berjalan cukup baik, dimana salah satu semangatnya dalam memutus mata rantai harga jual sudah dirasakan masyarakat.

Sementara, Wali Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Ali Amran menyampaikan catatan yang sama. Ke depan, ia berharap mitra yang bekerjasama untuk komitmen dalam menyuplai kebutuhan yang diperlukan masing-masing Kopdes.

"Mungkin itu tadi, komitmen dari mitra ini paling penting. Disaat Kopdes meminta suplai bahan, jangan sampai lama-lama baru dikirim. Begitu juga soal percepatan pengajuan pinjaman agar segera mungkin dapat direalisasikan," ujarnya.

Menurut dia sebagai pemerintah Nagari akan terus berkomitmen mendampingi dan mendukung untuk bagaimana Kopdes berjalan sebagaimana mestinya. Ia berharap jangan sampai semangat mendukung Kopdes hanya ada saat peluncuran saja.

Ia menambahkan Kopdes Sungai Duo sebagai percontohan di Sumbar juga sudah merampungkan rencana anggaran biaya untuk diajukan sebagai pinjaman ke perbankan. Nominalnya mencapai Rp2,1 miliar.

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah menghadiri peluncuran kelembagaan Koperasi Desa Merah Putih di lokasi mock up Koperasi Desa Nagari Sungai Duo, Kabupaten Dharmasraya.

Koperasi Desa (Kopdes) Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung merupakan salah satu dari 103 koperasi di seluruh Indonesia yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara daring. Kopdes Nagari Sungai Duo sekaligus menjadi koperasi mock up atau percontohan nasional di Sumbar.

"Kopdes Sungai Duo merupakan koperasi pertama di Dharmasraya, Sumbar yang telah diresmikan, diharapkan kehadiran koperasi ini menjadi pusat aktivitas ekonomi di tengah masyarakat," katanya di Pulau Punjung, Dharmasraya, Sumbar, Senin (21/7).

Pewarta :
Uploader: Jefri Doni
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.