Ritual "Maambiak Tanah" Tabuik Hipnotis Ribuan Pengunjung

id Ritual "Maambiak Tanah" Tabuik Hipnotis Ribuan Pengunjung

Pariman, Sumbar (ANTARA) - Ribuan masyarakat dan pengunjung terhipnotis saat menyaksikan ritual "maambiak tanah" yang dilakukan kelompok Tabuik Pasa, pada sore hari tanggal 1 Muharram setelah Shalat Maghrib di Gelombang, Kenagarian V Koto Air Pampan, Kota Pariaman, Sumatera Barat. Sebelum maghrib warga sudah antusias memenuhi lokasi ritual ini dan bau kemenyan menambah suasana magis yang menunjukkan kesakralan ritual pesta budaya Tabuik tersebut. "Kami memutuskan pengambilan tanah dilaksanakan selesai Shalat Maghrib. Menurut tradisi harus seiring dengan suara adzan, tanda pergantian siang dengan malam," ujar Erman Zuhri alias Man Wali, Ketua Tabuik Pasa di Pariaman, Jumat. Dia mengatakan, pengambilan tanah harus dilakukan langsung keluarga pewaris Rumah Tabuik Pasa Kampuang Perak. Sejak Mak Ciak Lumuik wafat dua tahun lalu, kini digantikan keponakannya Yuang Pijal (38). "Dia mengambil tanah di dasar sungai hanya berbalutkan kain putih dan menyelam ke dasar sungai, tanah yang diambil dibungkus kain putih, lalu diletakkan ke dalam daraga," kata dia. Arak-arakan pulang mengambil tanah dari Simpang Galombang menuju Rumah Tabuik Pasa menjelang shalat Isya sepanjang satu kilometer. 200 orang lebih berjalan kaki secara spontan mengiringi rombongan keluarga Tabuik yang sedang melakukan ritual, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa, mereka terhipnotis suara gandang tasa atau kesenian tradisional yang mengiringi rombongan. Tuo atau sesepuh Tabuik Nasrul Syam mengatakan, banyak masyarakat yang antusias menyaksiakan prosesi ini termasuk masyarakat yang menyaksikan arak-arakan rombongan di sepanjang jalan menuju daraga. "Namun dengan bantuan petugas kepolisian prosesi ini berjalan tertib," kata dia. (*/wij)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.