Jeddah, (Antara) - Jumlah jamaah haji nonkuota atau dikenal dengan jamaah "sandal jepit" dari Indonesia berkurang drastis pada 2013 karena baru tercatat 41 orang tiba di Bandara King Abdul Aziz Jeddah sementara pada 2010 mencapai 3.000 orang. "Jumlah jamaah nonkuota tahun ini berkurang drastis dan baru terdeteksi 41 orang," kata Kepala Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Indonesia Daerah Kerja (Daker) Jeddah, Endang Jumali di Jeddah, Sabtu. Ia menjelaskan jemaah nonkuota itu walau mempunyai visa haji namun soal akomodasi dan biaya layanan umum haji diurus oleh biro perjalanan yang tidak terdaftar di Kementerian Agama, bahkan ada yang mengurus biaya itu secara mandiri. Mereka yang terekam oleh Daker Jeddah antara lain adalah sebelas calon jamaah haji Indonesia yang tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada Jumat (4/10). Jamaah tersebut belum mengurus dan membayar biaya layanan umum atau generall service kepada asosiasi layanan haji di Arab Saudi, Mereka tidak termasuk jamaah yang diberangkatkan resmi oleh Kementerian Agama sehingga tidak ada yang mengurus biaya tersebut. "Mereka terhambat keluar dari bandara karena belum membayar general service dan naqobah sebesar 1.029 riyal. Kalau jamaah haji yang diberangkatkan resmi maka sudah diurus oleh Kemenag," kata kepala Seksi Pendataan Haji Khusus Kemenag, Cecep Nursamsi. Ia menjelaskan general service terdiri atas 594 riyal untuk biaya pelayanan jamaah haji selama di Arab Saudi yang antara lain untuk biaya angkut barang, tenda di Arofah, Mudzdalifah dan Mina serta untuk air zamzam. Sedangkan sisanya sebesar 435 riyal untuk naqobah atau transportasi selama di Arab Saudi. Ia mengungkapkan jamaah haji nonkuota yang tertahan di Bandara Jeddah itu berangkat menggunakan jasa travel yang tidak terdaftar di Kementerian Agama dengan membayar Rp70 juta sampai Rp80 juta per orang. Kementerian Agama berkali-kali mengimbau jamaah Indonesia supaya berhaji lewat jalur resmi untuk menghindari penipuan dan urusan yang merepotkan para jamaah. Jamaah yang tertahan ini berbeda dengan jamaah haji yang berangkat atas undangan resmi Kerajaan Arab Saudi seperti bekas Wapres Jusuf Kalla yang menjadi salah seorang tamu resmi kerajaan lewat Bulan Sabit Merah. Kerajaan Arab Saudi mengundang 1.400 orang dari seluruh dunia untuk berhaji dan sekitar 400 orang diantaranya berasal dari Indonesia. Mereka akan dilayani oleh kerajaan termasuk soal biaya general service itu. (*/jno)
Berita Terkait
Kemenhaj: 33,2 persen petugas haji perempuan, demi kenyamanan jamaah
Sabtu, 17 Januari 2026 10:15 Wib
Kemenag sebut kuota haji Sumbar 2026 sebanyak 3.900 orang
Selasa, 25 November 2025 13:00 Wib
Di DPR, Pemerintah usulkan biaya haji yang dibayar jamaah Rp54,92 juta
Senin, 27 Oktober 2025 15:59 Wib
Ribuan jamaah padati halaman GOR Tuanku Rao, Pasaman ikuti tabligh akbar ustad Ucay Batubara
Jumat, 10 Oktober 2025 11:23 Wib
BP Haji: Pemerintah upayakan Kampung Haji Indonesia beroperasi 2028
Sabtu, 30 Agustus 2025 14:19 Wib
Haji terakhir Debarkasi Padang tiba di Tanah Air usai jalani perawatan
Selasa, 26 Agustus 2025 4:59 Wib
Pemkot Bukittinggi sambut resmi kepulangan jamaah haji
Rabu, 23 Juli 2025 17:13 Wib
Terlantar di Malaysia, jamaah Umrah lapor ke Polresta Bukittinggi
Senin, 21 Juli 2025 20:16 Wib
