Seorang pria ditemukan tewas mengapung di sungai diduga terpeleset saat mancing

id Seorang pria, ditemukan, tewas mengapung, di sungai, diduga terpeleset, saat mancing

Seorang pria ditemukan tewas mengapung di sungai diduga terpeleset saat mancing

Seorang pria ditemukan tewas mengapung di sungai diduga terpeleset saat mancingĀ (ANTARA/HO-Polres Solok)

Solok (ANTARA) - Salah seorang warga bernama Amad Muhammad (53) ditemukan tewas mengapung di sungai Ambarulang, Jorong Pasar Jumat, Nagari Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Sabtu (19/11).

Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Armen melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Adrul di Solok, Sabtu membenarkan bahwa adanya penemuan mayat seorang pria yang telah mengapung di sungai Ambarulang.

"Korban atas nama Amad Muhammad (53) suku Betawi. Sehari-hari bekerja sebagai tukang cat mobil. Berdomisili di Jorong Pasar Jumat, Nagari Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok," kata dia.

Berdasarkan keterangan dari keluarga, almarhum pada hari Jumat sore dalam keadaan demam. Kemudian diketemukan lebih kurang pukul 10.00 WIB hari ini telah mengapung di sungai Ambarulang.

Diduga almarhum pergi memancing ke sungai itu, lalu terpeleset ke dalam sungai. Sehingga tidak dapat tertolong dan diketahui setelah jasatnya ditemukan mengapung. Kemudian almarhum dibawa ke rumah duka di Jorong Batu Plano Nagari Selayo.

Di samping itu, Kapolsek Kubung, Iptu Andri Perkasa juga menjelaskan kronologi kejadian yang berawal di saat korban ditemukan oleh seorang saksi Andri Putra Caniago.

"Saksi melihat korban dalam keadaan tertelungkup di atas permukaan air Sungai Ambarulang, Jorong Pasar Jumat, Nagari Tanjung Bingkung, Kecamatan Kubung," kata dia.

Tidak beberapa jauh dari lokasi juga ditemukan alat pancing yang diduga milik korban. Kemudian korban dibawa ke RSUD Solok. Oleh pihak rumah sakit dinyatakan meninggal dunia.

Personil Polsek Kubung bersama Tim Identifikasi Sat Reskrim mendatangi TKP, dari pihak keluarga sepakat untuk tidak dilakukan otopsi atau visum terhadap korban yang dikuatkan dengan surat pernyataan dan ditandatangani oleh pihak keluarga.

"Saksi atas peristiwa itu diantaranya Andri Putra Caniago (19) dan Antoni (37) yang merupakan warga setempat," ucap dia.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2022