Padang (ANTARA) - Enam desainer Sumatera Barat yang tergabung dalam Indonesia Fashion Chamber Chapter Padang mengeluarkan brand baru bernama Segeh berupa koleksi pakaian dengan identitas Minangkabau dalam rangkaian kegiatan Festival Ekonomi Syariah Minangkabau.
"Brand ini merupakan kolaborasi dari enam orang desainer, sesuai namanya Segeh adalah bahasa Minang uang artinya rapi," kata salah seorang desainer Segeh, Foumalhaut Zamel di Padang, Sabtu saat peluncuran.
Enam perancang busana yang meluncurkan brand Segeh tersebut yaitu Fomalhaut Zamel, De'Irma, Berry Mirsa, Rela Tulisia, Ressidona, dan Zhio William.
Menurut Foumalthaut brand Segeh koleksinya mencerminkan tampilan yang rapi, kece, elegan, modernis dan urban.
"Segeh mengambil bahan wastra lokal salah satunya tenun dan memposisikan diri sebagai pakaian siap pakai", kata dia.
Ia menyampaikan pada tahap awak Segeh mengeluarkan koleksi fall winter 22/23 dengan mengeluarkan dengan siluet loose atau longgar dan warna warna earth tone serta musim gugur.
"Untuk harganya cukup terjangkau mulai dari Rp350 ribu hingga Rp750 ribu, ujarnya.
Ia mengatakan harganya terjangkau karena masing-masing perancang punya brand sendiri yang jika dipesan harganya jutaan dan tidak terjangkau untuk semua orang.
"Jadi ini semacam label kedua bagi kami dengan harga yang terjangkau," kata dia.
Penjualan koleksi Segeh dilakukan secara daring melalui media sosial instagram dan lokapasar yang ada.
"Sekarang kami sedang mengupayakan bisa masuk Sarinah di Jakarta," kata dia.
Ia menambahkan Segeh merangkul UMKM masing-masing dari perancang busana yang ada.
Sementara Kepala BI perwakilan Sumbar Wahyu Purnama mengatakan Sumbar memiliki produk unggulan berupa songket dan tenun.
"Namun selama ini pelaku usahanya lebih mengedepankan sisi budaya ketimbang bisnis sehingga kurang terkenal di pasar," kata dia.
Oleh sebab itu pihaknya menginisiasi untuk mempopulerkan tenun Minang dengan mengundang kepala daerah di Sumbar lewat pencanangan transformasi tenun Minang.
"Waktu itu saya menyampaikan kepada kepala daerah biar BI Sumbar yang mengembangkan mulai dari pemasaran dan desainnya, kepala daerah cukup menggunakan sekali sepekan," ujarnya.
Menurut dia kehadiran Segeh setidaknya ikut andil mengembangkan tenun Minang sebagai salah satu identitas Sumatera Barat.
