
YLKI Sumbar Minta Pengawasan Barang Ditingkatkan

Padang (Antara) - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumatera Barat meminta aparat dari instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap barang yang beredar menyusul terjadinya peningkatan permintaan berbagai produk menjelang Lebaran 2013. "Kami meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) serta dinas terkait lainnya untuk meningkatkan pengawasannya agar produk yang beredar di pasar aman dan layak dikonsumsi masyarakat," kata Ketua YLKI Sumbar Dahnil Aswad di Padang, Sabtu. Menurut dia, ramainya konsumen yang memburu kebutuhan baik untuk puasa maupun Lebaran bukan tidak mungkin dimanfaatkan pelaku usaha yang tidak jujur. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan menjual produk yang kedaluwarsa, tidak memenuhi standar kesehatan, mengandung zat berbahaya, yang tujuannya semata-mata mencari untung. "Konsumen juga harus selektif dan hati-hati dalam membeli produk agar tidak merugi. Jika ada yang dirugikan, YLKI Sumbar siap melindungi," katanya. Sikap waspada dalam memilih dan membeli produk itu penting apalagi memasuki pekan kedua puasa banyak warga yang berbelanja untuk kebutuhan Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriyah. Selama puasa, tidak sedikit warga yang memburu makanan siap saji sebagai panganan berbuka puasa. Dalam sepekan puasa, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Kota Padang menemukan makanan yang diduga mengandung pewarna tekstil rodamin serta boraks berdasarkan hasil pengambilan sampel pada 10 pasar penjualan menu buka puasa. Dari 68 sampel yang diuji, empat sampel ditemukan mengandung rodamin dan tiga lagi mengandung boraks. Kepala Balai Besar POM Padang Indra Ginting mengatakan makanan yang mengandung rodamin tersebut yaitu cendol delima dan boraks ditemukan pada sampel rumput laut. Rodamin merupakan bahan kimia yang digunakan untuk pewarnaan tekstil. Sementara boraks digunakan untuk menambah rasa menjadi lebih enak dan lebih awet. "Jika ini dikonsumsi dapat membahayakan organ dalam tubuh yang bisa menyebabkan kanker," katanya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
