Jakarta, (Antara) - Pengamat politik Sugeng Saryadi Syndicate (SSS) Toto Sugiarto menilai koalisi pemerintahan harus dibangun berdasarkan kesamaan ideologi, dan program pembangunan jangka panjang. "Ke depan koalisi harus berdasarkan ideologi dan program yang sama, kalau hanya upaya memelihara kekuasaan, ya seperti ini kejadiannya," kata Toto Sugiarto kepada Antara di Jakarta, Senin. Ia mengatakan koalisi dibangun saat ini hanya mempertimbangkan bagaimana kekuasaan bisa kuat dan tidak diganggu. Menurut dia, upaya mempertahankan koalisi juga untuk mempertahankan kekuasaan agar kuat di parlemen tetapi tidak menjalankannya dengan cita-cita yang sama. "Mempertahankan koalisi saat ini hanya untuk melanggengkan kekuasaan agar kuat di parlemen tanpa menjalan cita-cita yang sama," ujarnya. Dia mencontohkan pernyataan elit PKS yang bersebrangan dengan kebijakan pemerintah mengenai kenaikan harga BBM bersubsidi menunjukkan partai itu sudah pantas keluar dari koalisi. Menurut dia, partai koalisi memiliki keharusan untuk setuju dengan kebijakan penguasa. "Pernyataan PKS yang membuat yang bersebrangan dengan pemerintah itu menjadikan partai itu tidak berada dalam 'gerbong' pemerihtah dan harus mundur karena mereka tidak setuju dengan kebijakan penguasa," ujarnya. Fraksi PKS di DPR dan DPP PKS menegaskan menolak penaikan harga BBM karena dinilai menyengsarakan rakyat dan tidak berdasar, karena ada beberapa hal yang tidak bisa dilakukan pemerintah dengan baik. Salah satunya pemerintah dinilai tidak bisa menghentikan adanya penyelundupan BBM bersubsidi, dan gagal membuat transportasi massal. Namun, kader PKS di pemerintahan bersikap terus mendukung kenaikan harga BBM dengan terus menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada masyarakat. Dalam rapat Sekretariat Gabungan koalisi Kabinet Indonesia Bersatu jilid II di rumah dinas Wakil Presiden Boedino pada Selasa (4/6), PKS tidak hadir. Taufik Ridho mengklarifikasi bahwa awalnya tidak ada undangan untuk presiden PKS namun partai itu mengutus fraksi untuk hadir. "Namun pukul 18.00 WIB pada, fraksi kami dihubungi protokol Wakil Presiden bahwa pertemuan tidak jadi mengundang Ketua Fraksi PKS tetapi presiden partai," kata Sekjen PKS Taufik Ridho Kamis (13/6). Ia mengatakan pada pertemuan Setgab Selasa (11/6) partainya tidak diundang untuk hadir. (*/sun)
Berita Terkait
Prabowo diskusi ringan hingga berat dengan pimpinan parpol
Jumat, 1 November 2024 16:25 Wib
Prabowo bertemu ketum dan sekjen partai koalisi di Istana Merdeka
Jumat, 1 November 2024 13:54 Wib
Bawaslu Sumbar bersama koalisi masyarakat deklarasi tolak politik uang
Jumat, 13 September 2024 19:22 Wib
Annisa Suci-Leli Arni maknai koalisi besar partai sebagai modal kuat membangun Dharmasraya
Kamis, 5 September 2024 22:18 Wib
Koalisi organisasi pers ingatkan peran jurnalis jaga demokrasi
Kamis, 22 Agustus 2024 15:12 Wib
Erman Safar optimis perkuat koalisi Parpol menangkan Pilkada Bukittinggi
Minggu, 5 Mei 2024 7:49 Wib
PKS: Tidak masalah jadi oposisi ataupun koalisi
Senin, 29 April 2024 23:24 Wib
NasDem komitmen gabung koalisi untuk bantu pemerintahan Prabowo
Kamis, 25 April 2024 20:59 Wib
