Ledakan petasan selama ramadhan, Warganet: merugikan orang lain

id Ledakan petasan,Berita sumbar,Berita padang

Ledakan petasan selama ramadhan, Warganet: merugikan orang lain

Korban meninggal akibat ledakan petasan di Kebumen bertambah

Padang (ANTARA) - Ledakan petasan kembali terjadi di Desa Ngabean yang terjadi pada Rabu (12/5) sekitar pukul 17.30 WIB tersebut, merenggut empat korban meninggal, yakni Muhammad Taufik Hidayat (27), Rizky (19) dan Rio Dwi Pangestu (22) dan Sugianto.

Korban luka-luka yang masih dirawat di RSUD Prembun atas nama Bambang Priyono (29), sedangkan korban luka-luka yang lain Irwan dan Ratna telah diizinkan pulang pada Kamis pagi.

Bambang Priyono yang masih dirawat di ruang IGD RSUD Prembun mengalami luka bakar pada bagian wajah dan sekujur tubuhnya.

Bambang mengungkapkan saat kejadian dirinya bersama enam temannya sedang mengisikan bubuk petasan ke gulungan kertas.

"Tidak diketahui pasti berasal dari apa, tiba-tiba saja tumpukan petasan yang sudah terisi bubuk petasan meledak keras. Saat itu saya berada sedikit jauh dari tumpukan petasan yang meledak," katanya.

Tim Labfor Polda Jateng dipimpin AKBP Rostiawan Apriyanto Kamisi ini mendatangi lokasi ledakan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Tim Labfor mengamankan sebuah cobek, bungkus rokok, dan korek api.

Kembali menelan korban jiwa dengan terjadinya ledakan petasan ini mendapat banyak komentar negatif dan kekhwatiran warganet.

"Petasan itu merugikan orang lain, yg sehat aja terganggu apalagi yang punya sakit jantung. Orang yg suka main petasan, dan bahagia saat org lain kaget. Fix, sakit, " tulis akun @evanurfala.

"Astagfirullah, sudah beberapa kali kejadian kya gini tapi masih ada aja orang tua yg ngasi anaknya petasan terlebih petasan buatan sendiri kya gini yg justru daya ledaknya lebih besar. Semoga dapat menjadi pelajaran untuk yg lainnya, " komentar akun @dyh_al.

"Padahal udah banyak korban masih aja main ginian," tulis akun @kmgdrmedipt_.

"Tiap taun loo ini ada kasus rakit petasan dn meledak tapi yok rak kapok kapok sing gawe petasan ki," komentar akun @nevy_hermawasyarif.

"Baguslah, rayakan secukupnya jangan berlebihan pake petasan segala, pas kayak gitu siapa yg repot kan," tulis akun @dby.bski

"Sudah dilarang masih aja, lagian jg berisik, ganggu org istirahat, belum lg bs jd penyebab kebakaran, komentar akun @rajadshop.

"PEMERINTAH JG DAH LARANG g boleh nyalain petasan..ya Ampunnn," tulis akun @lele_cakep.
Pewarta :
Editor: Maswandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar