Mahyeldi minta perantau Minang tidak pulang kampung di Lebaran 2021, silaturahmi dapat dilakukan virtual

id berita padang,berita sumbar,kampung

Mahyeldi minta perantau Minang tidak pulang kampung di Lebaran 2021, silaturahmi dapat dilakukan virtual

Gubernur Sumbar, Mahyeldi (kanan) bersama Kepala BNPB Doni Monardo. (Antarasumbar/Ikhwan Wahyudi)

Dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 para perantau diminta menahan diri untuk tidak pulang kampung dulu,
Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi meminta perantau Minang tidak pulang kampung terlebih dahulu pada Lebaran 2021 dan jika hendak bersilaturahmi dengan sanak saudara di kampung dapat dilakukan secara virtual.

"Dalam rangka mencegah penyebaran COVID-19 para perantau diminta menahan diri untuk tidak pulang kampung dulu, jika hendak bersilaturahmi bisa secara daring," kata dia di Padang, Kamis.

Menurut dia jika para perantau rindu dengan masakan Minang seperti rendang dapat dikirimkan menggunakan jasa ekspedisi.

"Kepada perantau sebaiknya mengurungkan niat dulu untuk pulang kampung dan tetap berada di tanah perantauan," ujarnya.

Terkait dengan adanya menutup pintu masuk Sumbar di perbatasan Mahyeldi menyampaikan pihaknya memastikan akan melakukan pengawasan di pintu masuk yang berbatasan dengan provinsi lain.

Tapi yang jelas dari sisi penerbangan tidak ada maskapai yang beroperasi termasuk untuk bus angkutan darat, kata dia.

Ia berharap dengan sinergi semua pihak penyebaran COVID-19 dapat diminimalkan.

Sejalan dengan itu Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo meminta perantau Minang yang ada di seluruh Indonesia untuk tidak pulang kampung dulu pada Lebaran tahun ini dalam rangka mencegah penularan COVID-19.

"Saya tidak bosan mengimbau perantau Minang agar menunda dulu mudik pada tahun ini," kata dia.

Menurut Doni belajar dari Lebaran 2020 saat itu tercatat kasus COVID-19 di Sumbar relatif rendah, namun setelah Lebaran meningkat.

"Akibatnya setelah Lebaran rumah sakit penuh, ada juga dokter yang wafat dan menimbulkan kepanikan," ujarnya.

Ia meminta para perantau Minang yang ada di seluruh provinsi di Indonesia turut serta membantu pemerintah dengan menahan diri dulu.

"Untuk sementara jangan ada dulu acara pulang kampung termasuk kegiatan pulang basamo," katanya lagi.

Ia berharap orang Minang bersabar dulu karena nanti warga lain akan ikut sabar.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar