Ini maksud Pemkot Solok dukung pengembangan perguruan tinggi Islam di daerahnya

id berita solok,berita sumbar,PT

Ini maksud Pemkot Solok dukung pengembangan perguruan tinggi Islam di daerahnya

Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra. (Antarasumbar/HO-Prokom Kota Solok)

Tentunya, STAI Solok Nan Indah sebagai perguruan tinggi Islam satu-satunya di Kota Solok akan menjadi atensi bagi pemerintah Kota Solok untuk pengembangannya ke depan,
Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat mendukung pengembangan perguruan tinggi Islam di kota itu yang dikenal sebagai kota beras serambi Madinah.

Menurut Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani Kirana Putra di Solok, Jumat, perguruan tinggi Islam menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengakselerasikan berbagai program keagamaan.

Selain itu, keberadaan perguruan tinggi Islam yang kompeten dan profesional sangat penting dalam mendorong lahirnya intelektual muslim yang siap terjun di tengah masyarakat.

Dhani juga mengatakan pemerintah Kota Solok sangat memprioritaskan pembangunan keagamaan, untuk itu butuh dukungan semua pihak, termasuk kalangan akademisi perguruan tinggi Islam.

Ia menyebutkan saat ini sudah ada perguruan tinggi Islam di Kota Solok berupa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Solok Nan Indah. Pengembangannya tentu perlu dukungan semua pihak dan segenap lapisan masyarakat.

"Tentunya, STAI Solok Nan Indah sebagai perguruan tinggi Islam satu-satunya di Kota Solok akan menjadi atensi bagi pemerintah Kota Solok untuk pengembangannya ke depan," ujar Dhani.

Selain itu, kata dia untuk mendorong pengembangan STAI perlu intensitas komunikasi dan koordinasi antar semua lini, mulai dari DPRD, Pemkot Solok, pihak yayasan maupun pihak terkait lainnya.

"STAI SNI harus bisa menjadi mitra strategis pemerintah dari segi pendidikan islam dan pertumbuhan ekonomi yang berazaskan prinsip ekonomi islam di Kota Solok," ucap dia.

Ia berharap ke depannya ada intensitas komunikasi dan koordinasi bersama untuk mengembangkan kampus Sekolah Tinggi Agama Islam.

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar