Logo Header Antaranews Sumbar

Nasib UN Ditentukan Pascakonvensi September

Rabu, 15 Mei 2013 15:53 WIB
Image Print
Mendikbud M. Nuh. (Antara)

Yogyakarta, (Antara) - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan menentukan nasib pelaksanaan ujian nasional (UN) melalui konvensi nasional yang akan digelar pada September. "Jadi, nasib ujian nasional akan ditentukan nanti melalui konvensi. Tidak setiap tahun selalu saja ramai mempermasalahkan ujian nasional, bisa habis energinya," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh usai memaparkan Pengembangan Kurilulum 2013 di Yogyakarta, Rabu. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 yang ditandatangani Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Mei, disebutkan bahwa pemerintah menugaskan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)untuk menyelenggarakan Ujian Nasional di tingkat pendidikan dasar dan menengah dikecualikan untuk jenjang SD/MI/SDLB atau sekolah sederajat lainnya. "Perlu pencermatan dalam mengartikan kalimat di peraturan tersebut. Memang ada pengecualian, tetapi bisa saja bukan BSNP yang menyelenggarakan ujian nasional," ucapnya. Seperti saat ini, lanjut M. Nuh, ujian nasional di tingkat SD/MI/SDLB atau sederajat lebih banyak dilakukan dengan pengembangan soal oleh daerah berdasar kisi-kisi yang ditetapkan, yaitu 75 persen soal dari daerah dan 25 persen dari pusat. "Karenanya, nasib UN tunggu saja nanti hasil konvensi nasional. Jika dihapus, maka apa gantinya. Atau jika dipertahankan, bagaimana pelaksanaannya," ujarnya. Sementara itu, mengenai pelaksanaan Kurikulum 2013, Nuh menegaskan pelaksanaannya dilakukan secara bertahap dan terbatas. Bertahap, yaitu tidak semua jenjang akan melaksanakan Kurikulum 2013 karena di tingkat SD hanya kelas 1 dan 4 saja yang melakukan, sedang terbatas yaitu belum semua sekolah melaksanakannya. "Sekolah akan ditentukan oleh provinsi," tuturnya. Nuh menyatakan, pelaksanaan Kurikulum 2013 dilakukan semata-mata untuk memperteguh Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional yaitu menguatkan tiga jenis kompetensi siswa yang meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan. "Rintangan dan tantangan yang dihadapi sangat besar. Tetapi yakin saja, bahwa semuanya akan berjalan dengan baik karena setiap mata pelajaran yang diajarkan memiliki kontribusi terhadap sikap, pengetahuan dan keterampilan," katanya. Ia juga membuka kesempatan kepada seluruh pihak untuk bersama-sama menyempurnakan Kurilkulum 2013. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026