Logo Header Antaranews Sumbar

Sekolah libur karena kabut asap, BGN hentikan sementara distribusi MBG 3.426 pelajar di Dharmasraya

Rabu, 26 Agustus 2026 17:45 WIB
Image Print
Arsip- Pekerja mengangkut ompreng berisi makan bergizi gratis ke dalam mobil back tertutup untuk disalurkan ke sekolah di Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (14/8/2026). (ANTARA/Muhammad Izfaldi)

Pulau Punjung (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi 3.426 pelajar tingkat TK dan PAUD di Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat menyusul diliburkannya sekolah akibat kabut asap.

"Sementara SPPG yang melayani TK dan PAUD tidak pendistribusian karena sekolah libur," kata Koordinator Wilayah (Korwil) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPI) Dharmasraya, Ririn Anggraini, di Pulau Punjung, Kamis.

Ia mengatakan penghentian distribusi MBG seiring kebijakan sekolah diliburkan sebagai langkah antisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan peserta didik di Kabupaten Dharmasraya.

Ia mengatakan seluruh SPPG yang melayani penerima manfaat MBG tingkat TK dan PAUD telah dikonfirmasi terkait penghentian sementara pendistribusian makanan bergizi.

"Karena berdasarkan konfirmasi dari

'Person in charge (PIC) atau penanggung jawab penerima MBG bahwa sekolah libur, maka pendistribusian MBG juga diliburkan," ujarnya.

Ia mengatakan saat ini terdapat 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dharmasraya yang melayani penerima manfaat program MBG tingkat TK dan PAUD, dengan jumlah penerima manfaat mencapai 3.426 orang.

Ia menambahkan penghentian sementara distribusi tersebut dilakukan khusus bagi peserta didik yang sekolahnya diliburkan, sedangkan distribusi MBG untuk jenjang pendidikan lainnya menyesuaikan kondisi dan kebijakan masing-masing sekolah.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mulai meliburkan kegiatan belajar mengajar tingkat taman kanak-kanak (TK) dan pendidikan anak usia dini (PAUD) sebagai antisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan peserta didik.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dharmasraya, Bobby Perdana Riza mengatakan kebijakan tersebut mulai diberlakukan Rabu (26/8) sebagai upaya mencegah paparan asap terhadap pelajar.

"Kegiatan belajar TK dan PAUD mulai diliburkan besok, masuk normal kembali Senin. Dan akan diperpanjang apabila kualitas udara belum membaik," ujarnya Selasa (25/8).

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Novandri Ismi mengatakan berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU, kualitas udara di Dharmasraya pada Rabu berada pada angka 125–130 dan masuk kategori tidak sehat.

"Nilai tersebut menunjukkan kualitas udara mulai berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026