Jakarta, (Antara) - Pengguna jalan usia muda terutama siswa sekolah merupakan kelompok rawan kecelakaan baik sebagai pejalan kaki, pengendara sepeda maupun pengendara motor karena tingginya mobilitas siswa, kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kemenkes Tjandra Yoga Aditama. "Data dunia menunjukkan kecelakaan di jalan raya merupakan penyebab kematian utama pada anak muda berusia 15-29 tahun. Berdasarkan data Kepolisian, pada tahun 2010 kasus kecelakaan lalu lintas tertinggi pada usia 15-19 tahun sebesar 16,7 persen dan jenis kendaraan terbanyak yang terlibat kecelakaan adalah sepeda motor sebanyak 75 persen," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan Tjandra Yoga Aditama dalam keterangannya di Jakarta, Rabu. Karena banyaknya kecelakaan melibatkan siswa sekolah terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah itu Tjandra menyebut kegiatan Peringatan Pekan Keselamatan Jalan 2013 dititikberatkan pada kampanye dan promosi kesehatan, keamanan, dan keselamatan di jalan kepada anak usia sekolah. "Anak usia sekolah perlu mendapatkan pendidikan tentang keamanan dan keselamatan berlalu lintas sejak dini, dengan membekali pengetahuan dan peraturan lalu lintas pada usia sekolah sehingga dapat menumbuhkan kesadaran tertib dan disiplin berlalu-lintas. Selanjutnya diharapkan kesadaran tersebut menjadi suatu kebiasaan yang akhirnya membudaya di masyarakat," papar Tjandra. Data dunia yang tercakup dalam Global Status Report on Road Safety 2013 menunjukkan bahwa sekitar 1,24 juta orang meninggal setiap tahunnya karena kecelakaan di jalan raya dan merupakan penyebab kematian urutan kedelapan di dunia. Diperkirakan pada tahun 2030, jika tidak dilakukan penanganan yang baik maka diperkirakan kematian akibat kecelakaan di jalan raya akan menjadi penyebab kematian nomor lima di dunia. Data mudik lebaran dari Polri tahun 2012 menunjukkan bahwa sepanjang masa mudik lebaran terjadi 39.704 orang luka berat dan 128.312 orang luka ringan akibat kecelakaan lalu lintas. Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan (Decade of Action for Road Safety) atau DoA yang merupakan kegiatan yang menyeluruh/komprehensif antar lintas program dan lintas sektor dalam upaya menurunkan angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas baik secara nasional, regional maupun global telah menargetkan untuk menurunkan 50 persen fatalitas korban dan cedera berat/serius sampai dengan tahun 2020. Sementara itu, kegiatan Peringatan Pekan Keselamatan Jalan yang diselenggarakan setiap tahun sejak tahun 2006 untuk tahun 2013 dilakukan tanggal 6-12 Mei 2013 dan merupakan bagian dari Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020. "Salah satu peran Kementerian Kesehatan adalah bertanggung jawab meningkatkan promosi kesehatan. Sedangkan fokus utama global adalah pengguna jalan yang rentan, khususnya pejalan kaki, pengendara sepeda dan pengendara sepeda motor," kata Tjandra. (*/jno)
Berita Terkait
Prabowo: Negara akan biayai kampus kedokteran gratis
Senin, 12 Januari 2026 14:56 Wib
Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo targetkan 500 sekolah hingga 2029
Senin, 12 Januari 2026 14:04 Wib
Hasil verifikasi usulan SR di Pasaman Barat memenuhi syarat
Kamis, 8 Januari 2026 20:04 Wib
Polda Sumbar serahkan ratusan paket kelengkapan sekolah bagi pelajar terdampak bencana di Agam
Rabu, 7 Januari 2026 14:06 Wib
Cara hadapi peningkatan penyakit di musim hujan menurut IDAI
Selasa, 6 Januari 2026 21:49 Wib
Baznas RI bantu peralatan sekolah bagi korban bencana hidrometeorologi di Agam
Selasa, 6 Januari 2026 17:56 Wib
Gubernur Mahyeldi dampingi Wamendikdasmen resmikan revitalisasi sekolah di Padang
Senin, 5 Januari 2026 19:30 Wib
Sekolah darurat pascabencana di Padang Pariaman
Senin, 5 Januari 2026 14:07 Wib
