Amanda Knox Tulis Memoar Kasus Pembunuhan Sensasional

id Amanda Knox Tulis Memoar Kasus Pembunuhan Sensasional

New York, (Antara/Reuters) - Amanda Knox, pelajar Amerika yang dituduh membunuh teman sekamarnya saat mereka belajar di Italia pada 2007, dalam buku memoarnya menggambarkan dirinya sebagai perempuan muda naif yang dipaksa oleh sistem peradilan asing. Knox (25) sudah menjalani masa hukuman empat tahun di penjara atas pembunuhan Meredith Kercher saat mereka mengikuti pertukaran pelajar di Perugia, sebuah universitas ternama di Italia. Knox yang menjadi sensasi di berbagai tabloid di Inggris dan Italia dibebaskan setelah melakukan banding pada 2011. Ia kemudian kembali ke rumahnya di Seattle, namun pengadilan Italia bulan lalu memerintahkan persidangan ulang. Dalam memoar yang diterbitkan oleh HarperCollins dan sudah bisa diperoleh di toko-toko buku pada Selasa, Knox bertahan bahwa ia tidak bersalah. Ia menuliskan rasa penyesalannya karena selama dipenjara ia tidak bisa menghubungi keluarga Kercher untuk mengatakan bahwa kematian gadis itu telah menyayat hati begitu banyak orang. Memoar tersebut diluncurkan saat wawancara Knox dengan Diane Sawyer dari ABC pada Selasa malam. Knox juga menuliskan bahwa ia berharap bisa menghubungi Patrick Lumumba, pemilik bar berkebangsaan Kongo yang pernah dituding Knox sebagai pembunuh sebenarnya. Lumumba yang sempat dipenjara dan kemudian dibebaskan mengatakan pada 2011 bahwa tuduhan Knox tersebut telah menghancurkan hidupnya. "Menyebut namanya adalah sebuah kesalahan yang tak bisa dimaafkan, dan ia tidak layak untuk itu. Saya ingin mengatakan bahwa ini bukan tentang dia," tulis Knox. "Saya ditekan begitu hebat sehingga harus menyebut nama seseorang." Knox sudah menulis surat kepada kedua pihak tersebut namun pengacaranya tidak mengizinkannya untuk mengirim surat tersebut karena akan merugikan Knox dalam kasus hukumnya. Dalam buku setebal 457 halaman itu Knox mengisahkan bagaimana ia tiba di Italia pada umur 20 tahun dengan sedikit kemampuan bahasa Italia, suka berkelakar dan ingin mandiri. Knox dan Kercher bisa segera akrab: "Kami melakukan apa yang semua gadis lakukan: kami membicarakan cowok-cowok yang kami suka di Perugia dan cowok yang sudah kami tinggalkan." Ia membantah bahwa hubungannya dengan Kercher memburuk dan menggambarkan pertemuan terakhir yang sangat akrab saat Knox dan pacar barunya Raffaele Sollecito meninggalkan apartemen beberapa jam sebelum pembunuhan terjadi. Knox menulis bahwa ia tidak mengerti bahwa ia adalah tersangka dalam pembunuhan Kercher dan yakin bahwa dirinya bisa membantu penyelidik menemukan pembunuhnya. "Saya terlalu bingung untuk mengetahui kebenarannya," tulisnya, pada satu titik setelah ia menyebut nama Lumumba dan menyatakan bahwa ia menyaksikan pembunuhan itu. "Kebingungan" pada situasi tersebut memunculkan kemarahan terpendam dan penentangan," tulis Knox. "Saya mengikuti arahan mereka seperti anak hilang yang menyedihkan," tulisnya saat menggambarkan proses penyelidikan yang mengarahkan pada penahanannya.. "Saya tidak ditanya, saya tidak membantah, saya hanya menundukkan kepala saat mereka bercakap dengan saya dan yakin bahwa semuanya akan segera menjadi jelas." Knox yang dijuluki Foxy Knoxy oleh beberapa media awalnya digambarkan sebagai seorang yang tidak pandang bulu dan tidak jujur. Namun berkat kampanye keluarganya persepsi tersebut berubah. Jasad Kercher yang setengah telanjang dengan lebih dari 40 tusukan dan dan satu gorokan di leher ditemukan di apartemen tempat ia tinggal bersama Knox. Kercher yang berusia 21 tahun saat tewas adalah pelajar di Leeds University. Pengadilan Tinggi Italia pada Maret memerintahkan persidangan ulang terhadap mantan pacar Knox, Sollecito yang sebelumnya sudah dibebaskan. Putusan bebas atas Sollecito dibuat setelah pakar forensik independen mengatakan bukti saintifik polisi cacat dan penyelidikan dilakukan secara asal-asalan. Seorang gelandangan asal Pantai Gading, Rudy Guede dinyatakan bersalah dan dihukum 16 tahun penjara dalam sidang terpisah. Dia menjadi satu-satunya terdakwa kasus tersebut yang masih mendekam di penjara saat ini, meski menurut jaksa tidak mungkin ia melakukan pembunuhan itu sendiri. (*/sun)

Pewarta :
Editor: Antara Sumbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.