Logo Header Antaranews Sumbar

Prodi Bahasa Jepang UNP gabungkan budaya Minang dan Jepang pada Bunkasai ke VII

Minggu, 15 Maret 2020 18:04 WIB
Image Print
Suasana didepan pintu masuk Pegelaran Festival Budaya Jepang (Bunkasai) di Medan Nan Balinduang (Pendopo) FBS UNP, Sabtu (14/3. (ANTARA/Ist)

Padang (ANTARA) - Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) menggabungkan budaya Minang dan Jepang pada Festival Budaya Jepang atau Bunkasai di Medan Nan Balinduang (Pendopo) FBS UNP, diselenggarakan sejak Sabtu-Minggu (14-15/3).

Festival Bunkasai kali ini mengangkat tema "Mengingat Kembali Jepang pada Tahun 90-an di Ranah Minang".
Wakil Ketua Pelaks Muhammad Hafidz Al Hadi mengatakan bahwa tema ini diambil mereka memakai sistem yang berbeda yaitu menggabungkan budaya Jepang dan Minang agar berbeda dengan yang lain dan berbeda dengan yang diadakan sebelumnya.

Acara ini di buka oleh Ketua Jurusan Bahasa Inggris Dr.Refnaldi, S.Pd., M.Litt., dan turut dihadiri oleh Wakil Dekan III FBS, Drs. Esy Maestro, M.Sn., Kepala Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang, Ketua Jurusan Prodi Bahasa Jepang, serta perwakilan dari Himpunan Mahasiswa Bahasa Jepang dari Universitas Bung Hatta, Politeknik Negeri Padang, dan Universitas Andalas.

Kemeriahan Bunkasai tahun ini dapat dirasakan dengan suasana yang tercipta di mulai saat memasuki pintu masuk yang berada di Pendopo.

Berbagai ornamen dimulai dari gerbang masuk, bunga sakura, dan beberapa untaian dari hiasan botol minuman kemasan bekas yang telah dihias sedemikian rupa menambah kesan yang ingin diwujudkan pada acara ini.

Bunkasai UNP ke VII ini juga dimeriahkan dengan berbagai macam lomba yang ditujukan untuk tingkatan SMA dan umum.

Tingkatan SMA terdiri dari lomba Kona Contest, Kanji Contest, Rodoku Contest, Cerdas Cermat, Sakubun Contest, dan Mading Contest. Lomba tingkat umun meliputi Dance Contest, Cosplay, Festival Band, Singing Contest, Fotografi, J-Ver Acoustic, Shuji Contest, Pantun, Fan Art Contest, dan juga Fashion Show.

"Untuk lomba akademik, khususnya untuk tingkat SMA itu diadakan pada hari pertama, selebihnya untuk lomba non akademik atau umum kami mengadakannya pada hari kedua" ujar Muhammad.

Ia mengaku senang dengan diadakannya acara ini karena manfaatnya sangat besar bagi panitia, serta akan meninggalkan memori yang baik yang tak terlupakan.

"Saya ingin Bungkasai ini jangkauannya lebih besar lagi kedepannya, bukan hanya di Suamatera Barat saja, kalau bisa lebih," tutupnya.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026