Logo Header Antaranews Sumbar

Harga gula pasir di Pasar Raya Padang capai Rp17.000 per kilogram

Selasa, 10 Maret 2020 14:17 WIB
Image Print
Harga gula pasir di Pasar Raya Padang capai Rp17.000 per kilogram (Antara/Laila Syafarud)

Padang, (ANTARA) - Harga gula pasir di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat naik Rp2.000 per kilogram menjadi Rp17.000 per kilogram dibandingkan dengan harga sebelumnya hanya Rp15.000 per kilogram.

Seorang pedagang di Pasar Raya Padang Yusdek (50) di Padang, Selasa mengatakan kenaikan harga gula pasir tersebut sudah berlangsung sejak dua Minggu yang lalu.

"Kenaikan gula pasir ini sudah berlangsung sejak dua Minggu lalu. Kami kurang tahu pasti penyebab kenaikannya. Karena harga gula sudah naik dari kontributornya," kata dia.

Lebih lanjut ia menyebutkan, selain harga gula pasir harga kacang tanah juga naik menjadi Rp22.000 per kilogram dari harga sebelumnya hanya Rp21.000 per kilogram.

Akan tetapi harga minyak curah sudah mulai turun menjadi Rp11.000 per kilogram dari sebelumnya Rp12.500 per kilogram, tepung terigu Rp7.000 per kilogram dari harga biasanya Rp7.500 per kilogram, kata dia.

"Beberapa harga komoditas lainnya masih stabil berupa garam, kopi, kecap, minyak kemasan dan lainnya," kata dia.

Seorang pedagang lainnya di Pasar Raya Padang Ilma (46) menyebutkan harga cabai merah juga naik mencapai Rp40.000 per kilogram dari sebelumnya hanya Rp36.000 per kilogram.

"Kemudian harga bawang merah juga naik menjadi Rp35.000 per kilogram dibandingkan sebelumnya Rp28.000," kata dia.

Akan tetapi ia menyebutkan harga beberapa komoditas lainnya masih stabil terdiri atas bawang putih Rp40.000 per kilogram, cabai hijau Rp25.000 per kilogram, tomat Rp8.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp35.000 per kilogram, dan cabai rawit jawa Rp50.000 per kilogram.

Lebih lanjut pedagang telur lainnya juga menyebutkan harga telur ayam ras naik Rp1.000 menjadi Rp43.000 per papan jika dibandingkan dengan harga sebelumnya Rp42.000 per papan.

"Kenaikan harga telur sudah berlangsung sejak seminggu lalu," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026