Harga ikan di Agam turun pascakematian ikan keramba di Danau Maninjau

id harga ikan,berita agam,berita sumbar

Harga ikan di Agam turun pascakematian ikan keramba di Danau Maninjau

Bangkai ikan mengapung di permukaan Danau Maninjau di Linggai, Nagari Duo Koto, Kecamatan Tanjungraya, Kabupaten Agam, Kamis (6/2). (ANTARA/Yusrizal)

Lubukbasung, (ANTARA) - Harga ikan air tawar di pasar tradisional Kabupaten Agam, Sumatera Barat turun dari Rp25 ribu menjadi Rp10 ribu per kilogram pascakematian ikan keramba di Danau Maninjau beberapa hari lalu.

Salah seorang pedagang di Pasar Inpres Padang Baru Lubukbasung, Erma (47) di Lubukbasung, Jumat, mengatakan harga ikan ini turun Rp15 ribu semenjak Kamis (6/2).

"Biasanya harga ikan air tawar di tingkat pedagang Rp25 ribu per kilogram turun menjadi Rp10 ribu," katanya.

Turunnya harga ikan ini diakibatkan banyaknya stok ikan yang masuk akibat kematian ikan di Danau Maninjau semenjak Rabu (5/2).

Dengan kondisi itu petani memanen ikan yang mengalami pusing dan menjual ke pedagang pasar tradisional terdekat.

"Harga ikan turun hampir selalu terjadi saat kematian ikan di danau vulkanik itu," katanya.

Namun kematian ikan itu tidak mempengaruhi permintaan dari konsumen.

Permintaan malah naik dari hari biasa 50 kilogram menjadi 75 kilogram per hari.

Sementara itu Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Agam, Ermanto menambahkan kematian ikan itu berada di Linggai Nagari Duo Koto dan Koto Gadang dengan jumlah sekitar 63 ton.

"Kematian ikan itu terjadi semenjak Rabu (5/2) sebanyak 1,5 ton dan pada Kamis (6/2) menjadi 63 ton. Untuk hari ini masih kita data," katanya.

Kematian ikan akibat berkurangnya oksigen di dasar perairan setelah angin kencang melanda daerah itu semenjak Minggu (2/2). (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar