Potensi pengembangan udang windu di Ranah Pesisir

id udang windu,potensi perikanan ,pesisir selatan

Udang Windu (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Painan  (ANTARA) - Nagari (Desa) Sungai Tunu Barat, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat memiliki puluhan hektare areal budidaya udang windu yang potensial untuk dikembangkan.

"Setidaknya terdapat sekitar 34 hektare lokasi yang bisa dijadikan sebagai tempat budidaya udang windu," kata Wali Nagari Sungai Tunu Barat, Zulkifli di Painan, Sabtu.

Sebelumnya sekitar 2008-2009 masyarakat setempat telah mengelola areal namun karena anggaran dan kemampuan yang terbatas akhirnya mereka "gulung tikar".

"Hingga saat ini di lokasi bekas-bekas tambak yang dibuat oleh warga bisa dengan mudah ditemukan," sebutnya.

Berikutnya, berkat komunikasi pejabat daerah setempat dengan pemerintah pusat, pada 2014 beberapa orang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan sudah meninjau lokasi.

"Waktu itu mereka bahkan menginap di sini lebih kurang seminggu, namun hingga saat ini kami tidak mendapat kejelasan apakah ada rencana pusat mengelola lokasi atau tidak," imbuhnya.

Di lokasi 34 hektare itu, selain tersedia sumber air yang memadai, masyarakat setempat juga mendukung penuh rencana budidaya udang windu.

Bahkan diantara mereka mengaku siap menebang tanaman-tanaman produktif milik mereka seperti pohon kelapa dan lainnya jika sekiranya mengganggu keberlangsungan budidaya.

Yang tidak kalah penting, tambahnya, lokasi merupakan habitat udang windu, dalam sehari nelayan setempat mampu menangkap udang tersebut hingga satu ton menggunakan alat tangkap tradisional yang dioperasikan pada malam hari.

"Saya yakin jika areal ini dikelola dengan maksimal maka akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan asli nagari," katanya lagi.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar