BUMNag ini olah lidi hingga batok kelapa

id BUMNag,Potensi Kelapa

Direktur BUMNag Mutiara Mandiri, Rizki Arif mendampingi Ketua Tim Penilai BUMNag Berprestasi Tingkat Sumatera Barat, Merlinda Agustini mengecek arang batok dan kopra putih. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)

Painan (ANTARA) - Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) Mutiara Mandiri, Nagari (Desa) Sungai Tunu Barat, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat mengolah potensi kelapa secara menyeluruh mulai dari buah, batok, air dan juga lidinya.

"Selain mengolah batok kelapa menjadi arang batok, kami juga mengolah daging buah menjadi kopra putih," kata Direktur BUMNag Mutiara Mandiri, Riski Arif ketika memaparkan programnya ke tim penilai BUMNag berprestasi tingkat provinsi setempat di Sungai Tunu Barat, Selasa.

Khusus arang batok pihaknya mengaku telah menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan untuk mengekspornya ke beberapa negara. Begitu juga dengan kopra putih dirinya juga telah menjalin kerja sama dengan sebuah perusahaan dalam pemasarannya.

Sementara lidi kelapa dimanfaatkan menjadi anyaman dan sapu dengan memberdayakan masyarakat nagari setempat dan produksinya cukup diminati bahkan oleh masyarakat lintas kabupaten.

"Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai dengan rencana, semua pejabat baik tingkat kabupaten, kecamatan hingga nagari mendukung penuh kegiatan yang kami laksanakan," ujarnya.

Khusus dalam pengelolaan batok kelapa menjadi arang batok pihaknya memberdayakan 15 pedagang pengumpul batok kering dan setiap minggu masing-masing mereka mampu mengumpulkan sebanyak 200 kilogram.

Batok tersebut dibeli dari masyarakat setempat dengan harga yang variatif mulai dari Rp800 per kilogram hingga Rp1.000 per kilogram.

"Dulu batok di daerah ini tidak bernilai ekonomis tapi saat ini bisa untuk menambah uang belanja kebutuhan dapur bagi ibu-ibu rumah tangga," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai BUMNag Berprestasi Tingkat Sumatera Barat, Merlinda Agustini menyebutkan ada beberapa penekanan dalam penilaian mulai dari struktur organisasi, keuangan, admintrasi kantor, pemberdayaan masyarakat dan juga inovasi.

"Kami melakukan penilaian ke satu BUMNag terbaik perwakilan dari 19 kabupaten / kota di Sumatera Barat, yang meraih peringkat satu akan mewakili provinsi di tingkat nasional," ujarnya.

Menurutnya selain sebagai ajang penilaian kegiatan ini sekaligus juga sebagai ajang pembinaan ke masing-masing BUMNag sehingga terlaksana tata kelola yang baik.

Nagari Sungai Tunu Barat merupakan satu dari 182 nagari di Pesisir Selatan yang terbanyak memproduksi buah kelapa dengan total produksi per bulan mencapai 900 ton.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar