Korban tewas kebakaran pabrik mancis di Langkat menjadi 30 orang, berikut datanya

id Kebakaran pabrik mancis di Langkat,pabrik mancis terbakar,pabrik korek api terbakar,kebakaran hebat di Langkat,BPBD Langkat

Korban tewas kebakaran pabrik mancis di Langkat menjadi 30 orang, berikut datanya

Korban kebakaran pabrik mancis di Langkat tiba di RS Bhayangkara Medan (Antara Sumut/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Medan (ANTARA) - Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara, tercatat sebanyak 30 orang tewas terpanggang akibat kebakaran di pabrik perakitan mancis Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Samberejo, Kabupaten Langkat.

"Data terakhir dari lapangan sebanyak 30 orang tewas, dan ini sudah teridentifikasi semua," kata Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubis saat di konfirmasi ANTARA, Jumat.

Ia menambahkan, hingga saat ini belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran tersebut.

Baca juga: Korban tewas kebakaran pabrik mancis di Langkat sulit dikenali

"Saat ini pihak kepolisian masih melakukan identifikasi. Berdasarkan keterangan saksi-saksi mengatakan sempat terjadi ledakan di tempat tersebut," jelasnya

Korban kebakaran yang terjadi sekitar pukul 12.00 WIB menjelang sholat Jumat, saat ini sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Berikut 28 nama-nama korban kebakaran pabrik perakitan mancis di Langkat:

1. Nurhayati

2. Yunita Sari

3. Pinja (anak Yunita Sari)

4. Sasa (anak Yunita Sari)

5. Suci/Aseh

6. Mia

7. Ayu

8. Desi / Ismi

9. Juna (anak Desi)

10. Bisma (anak Desi)

11. Dhijah

12. Maya

13. Rani

14. Alfiah

15. Rina

16. Amini

17. Kiki

18. Priska

19. Yuni (Mak Putri)

20. Sawitri

21. Fitri

22. Sifah (anak Fitri)

23. Wiwik

24. Rita

25. Rizki (Pendatang)

26. Imar

27. Lia (mandor)

28. Yanti

29. Sri Ramadhani

30. Sumiati

Baca juga: Kebakaran pabrik mancis di Langkat, seluruh korban tewas perempuan

Baca juga: Korban kebakaran pabrik mancis di langkat 28 tewas, empat selamat

Baca juga: Pabrik mancis terbakar di Langkat, 24 tewas
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar