Padang Panjang gelar lomba perpustakaan tumbuhkan budaya membaca

id Lomba Perpustakaan Padang Panjang,Kota Literasi Padang Panjang,Perpustakaan Keluarah

Padang Panjang gelar lomba perpustakaan tumbuhkan budaya membaca

Seorang pengelola perpustakaan memaparkan layanan yang disediakan di perpustakaan bagi siswa di sekolah dalam Lomba Perpustakaan tingkat SMA di Padang Panjang, Senin (11/2). (ANTARA SUMBAR/ Ira Febrianti)

Padang Panjang, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, menggelar lomba perpustakaan untuk memacu kreativitas pengelola dalam meningkatkan pelayanan dalam menumbuhkan budaya membaca bagi pelajar dan masyarakat umum.

"Perpustakaan sudah ada di sekolah dan kelurahan. Keberadaannya diharap bukan sekadar fasilitas saja tapi dapat menarik minat siswa dan masyarakat membaca buku," kata Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Padang Panjang, Yoni Aldo di Padang Panjang, Senin.

Rangkaian lomba dilaksanakan pada 11 sampai 14 Februari 2019 berisi lomba perpustakaan untuk tingkat SMA dan perpustakaan di kelurahan, lomba bagi pustakawan dan lomba bercerita untuk murid SD.

Ia menyebutkan agar dapat menarik minat masyarakat untuk membaca, perpustakaan butuh koleksi buku yang memadai, layanan yang terus diperbarui, dukungan sumber daya manusia dan sarana penunjang lainnya.

"Jadi kegiatan ini bukan sekadar lomba namun sekaligus mengevaluasi jalannya perpustakaan di sekolah dan kelurahan. Jika ada kekurangan bisa ditentukan langkah untuk memperbaikinya," ujarnya.

Langkah tersebut diharapkan bisa memacu kreativitas pengelola perpustakaan memasyarakatkan minat baca agar terbentuk masyarakat pembelajar.

Tim Sinergi Percepatan Transformasi Perpustakaan se-Sumbar, Fadli menambahkan untuk tingkat SMA terdapat beberapa standar nasional untuk perpustakaan SMA sesuai Peraturan Kepala Perpusnas Nomor 12 Tahun 2017 tentang Standar Nasional Perpustakaan SMA/MA.

Standar nasional tersebut di antaranya koleksi, sarana dan prasarana, pelayanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan perpustakaan dan pengelolaan.

"Kondisi di Padang Panjang memang belum memenuhi standar, baru mendekati. Umumnya karena terbatas sumber daya manusia. Masih ada sekolah yang belum ada pustakawannya," katanya.

Ketua Forum Pegiat Literasi Padang Panjang Muhammad Subhan menilai perpustakaan yang ada di daerah itu masih membutuhkan inovasi agar lebih dekat dengan siswa dan masyarakat.

"Perpustakaan modern itu bisa mendatangi siswa, ada pula kemudahan bagi penyandang disabilitas. Inovasi itu yang masih perlu diciptakan agar menjadi tempat menarik dan meningkatkan minat baca," ujarnya. (*)