Unand diharapkan berperan cetak diplomat dari Ranah Minang

id Diplomat

Direktur Asia Tenggara, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi (Antara Sumbar/istimewa)

Padang, (Antaranews Sumbar ) - Universitas Andalas (Unand) Padang harus mengambil peran sebagai pencetak diplomat Minangkabau di era industri 4.0 karena secara akademis memiliki potensi diantaranya melalui jurusan Hubungan Internasional dan adanya Pusat Studi ASEAN.

"Orang Minang punya DNA diplomat didukung budaya dan mode interaksi sosial. Namun sekarang itu saja tidak cukup, harus mempelajari juga ilmu akademis," kata Direktur Asia Tenggara, Direktorat Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi

Ia mengatakan itu di Padang, Minggu, terkait "meredup"nya citra orang Minang yang berperan sebagai diplomat saat ini, padahal pada awal kemerdekaan sangat mendominasi.

Denny menyebut salah satu jurusan yang paling banyak diterima oleh Kementerian Luar Negeri adalah Hubungan Internasional yang saat ini sudah ada di Unand Padang.

Namun karena umur jurusan itu masih relatif muda dibanding yang berada di universitas ternama di Jawa seperti UI dan UGM, maka perlu upaya khusus untuk menyetarakan kualitas, terutama untuk lulusannya.

Jumlah dosen yang memiliki kapasitas dan pengalaman luas mengikuti berbagai konferensi internasional harus ditambah. Mahasiswa juga didorong untuk memiliki pengalaman yang lebih baik.

Konferensi internasional harus digagas dan dilaksanakan lebih sering di Unand agar mahasiswa HI memiliki pengalaman yang memadai dalam pergaulan internasional.

"Kemenlu mendukung dan akan menfasilitasi hal tersebut," kata Denny.

Keberadaan Pusat Studi ASEAN di Unand menurut nya juga akan mendukung peningkatan kapasitad lulusan universitas itu.

Ia mendorong agar pusat studi itu bisa memiliki spesifikasi dan keunggulan dari lembaga serupa hingga bisa menjadi rujukan.
Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar