Sajikan 23.933 tusuk daging ikan nila, Dharmasraya raih rekor MURI

id MURI,sajiansateikanterbanyak

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan (dua kanan), menerima piagam penghargaan dari Manager MURI Andre Purwandono (kiri), di Arena Sport Center, Sabtu (5/1). ((ANTARA SUMBAR/Ilka Jensen) )

Pulau Punjung(Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat meraihpenghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah mengadakan festival makan sate ikan nila dengan sajian sebanyak 23.933 ribu tusuk.

Manajer MURI Andre Purwandono di Pulau Punjung, Sabtu mengatakan ini merupakan kategori baru dan jumlah tusuk sate ikan terbanyak di Indonesia dan dunia.

Festival makan sate ikan nila sendiri dilaksanakan di Arena Sport Center, Nagari (Desa Adat) Koto Padang, Kecamatan Koto Baru yang merupakan rangkaian kegiatan HUT Kabupaten Dharmasraya ke-15 dan diikuti 1.519 pelajar tingkat PAUD-SD

Ia mengatakan pemecahan rekor MURI tidak dilihat pada makanan apa yang dimasak, namun yang dihitung adalah jumlah sajian sate ikan tersebut.

"Jadi yang dihitung jumlah sajiannya, untuk mencatatkan rekor MURI diperlukan minimal 1.000 tusuk, di Dharmasraya mencapai puluhan ribu hari ini, katanya.

Pihaknya mengapresiasi festival makan sate ikan yang melibatkan pelajar karena diketahui ikan memiliki kandungan giziyang baik untuk kesehatan, kata dia.

Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan festival tersebut merupakan salah satu upaya mengkampanye makan ikan untuk masyarakat di daerah itu.

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya menilai budaya makan ikan harus dimulai sejak dini, maka dari itu pesertanya melibatkan pelajar PAUD-TK.

"Jika budaya makan ikan ini berkembang di kalangan anak usia dini mulai dari sekarang, maka kelak setelah dewasa mereka bisa memiliki badan yang sehat dan otak yang cerdas," ujarnya.

Ia mengatakan membudayakan makan ikan juga bagian dari menciptakan pengembangan usaha perikanan. Sebab, Kabupaten Dharmasraya memiliki potensi perikanan yang harus digali guna meningkatkan perekomian masyarakat.

"Kalau kita semua banyak makan ikan, maka permintaan akan meningkat. Saat permintaan banyak, pembudidaya tentu menjadi lebih bersemangat juga," tambah dia.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar