Pemkot Solok diminta kembangkan agrowisata Payo secara khusus

id Agrowisata Payo,Balitbangtan Solok

Wali Kota Solok, Zul Elfian didampingi Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Hardiyanto (memakai batik hitam) dan Dirjen Tanaman Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi (memakai batik cokelat) saat melepas balon peluncuran kawasan agrowisata Payo di Solok, Rabu. (ANTARA SUMBAR/Tri Asmaini)

Solok, (Antaranews Sumbar) - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian meminta Pemerintah Kota Solok agar mengembangkan Kawasan Agrowisata Dusun Payo, Kelurahan Tanah Garam secara khusus dan berbeda dengan daerah lain untuk menarik wisatawan.

"Jangan yang disuguhkan hanya hal biasa, tapi ada suguhan baru, misalnya kawasan agrowisata bunga krisan ini dilengkapi dengan konter buah, sayuran organik, atau kopi dengan campuran alpukat," kata Kepala Balitbangtan Kementerian Pertanian diwakili Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura Hardiyanto di Solok, Rabu.

Ia menjelaskan esensi pengembangan kawasan agrowisata mendorong terciptanya sistem agribisnis yang mengkonsolidasikan semua segmen usaha secara vertikal maupun horizontal berbasis kelembagaan dan unggulan daerah.

"Jadi, perpaduan yang serasi antara keindahan alam dengan tata kelola pertanian yang sarat inovasi akan menjadi daya tarik kawasan agrowisata Payo Kota Solok," ujarnya.

Ia mengatakan sentuhan inovasi terlihat dari tanaman hias dengan bunga krisan beraneka warna, blok tanaman buah, dan taman biofarmaka serta sajian produk olahan dan serta seduhan kopi khas payo menjadi perpaduan yang sangat menggairahkan ketika dinikmati dengan melihat keindahan alam Puncak Payo.

Inovasi merupakan komponen utama dalam peningkatan daya saing sektor pertanian. Dukungan inovasi sangat diperlukan untuk mewujudkan sektor pertanian yang modern, tangguh dan berdaya saing.

"Kami menyusun grand desain taman, mendampingi tanaman varietas yang akan ditanam dikawasan agro, Jadikan penerapan inovasi teknologi yang berbasis wisata edukasi," katanya.

Hardiyanto menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan komitmen dukungan pengembangan kawasan Agrowisata Kota Solok.

"Kami berharap pemerintah nantinya dapat mengembangkan agrowisata ini menjadi pusat produksi, promosi, edukasi, dan obyek wisata agro yang memberi nilai tambah bagi masyarakat pada masa kini dan masa mendatang," lanjutnya.

Sementara, Wali Kota Solok Zul Efian, mengungkapkan bahwa terciptanya kawasan agrowisata Payo ini, merupakan hasil tangan-tangan terampil dari peneliti Balitbangtan Kementerian Pertanian melalui BPTP Sumatera Barat, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Balai PenelitianTanaman Hias, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Biofarmaka.

Selain itu juga dibantu Balai Penelitian Tanaman Industri serta Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian yang telah menyusun grand Design Tata Kelola Pertanian sesuai dengan kemampuan dan daya dukung lahan di daerah Payo.

"Kami mengucapkan terima kasih tidak terhingga kepada Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang telah bekerjasama dengan Pemko Solok dalam mengembangkan Agrowisata," ujarnya.

Acara peluncuran ini juga dihadiri oleh Dirjen Tanaman Hortikultura Kementerian Pertanian Suwandi yang juga mencanangkan Kawasan Kampung Duren di Tanjung Paku Kota Solok, seluas 6 Ha dengan berbagai jenis durian unggul yang dihasilkan oleh Balitbangtan.

Peluncuran ini ditandai dengan pelepasan balon ke udara, pemotongan bunga krisan dan penamanan 350 batang bibit durian unggul yang dihasilkan oleh BPTP Sumbar dan Balitbutropika. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar