
Pemkab Agam turunkan tim ahli teliti dampak limbah pabrik kelapa sawit PT BSS

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menurunkan tim ahli dari Pusat Studi Lingkungan Hidup Universitas Andalas Padang untuk meneliti dampak lingkungan akibat jebolnya kolam limbah pabrik kelapa sawit milik PT Bukit Sawit Semesta pada Senin (6/8).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agam, Hamdi di Lubukbasung, Kamis, mengatakan tim dengan jumlah 11 orang itu telah melakukan penelitian semenjak dua Minggu lalu.
"Posko tim ini berada di Kantor Wali Nagari atau desa adat Manggopoh, dan mereka setiap hari melakukan penelitian," katanya.
Tim ini melakukan penelitian terkait dampak lingkungan, kerugian dan lainnya akibat limbah pabrik tersebut.
Setelah melakukan penelitian, tim akan melahirkan rekomendasi terkait langkah yang harus dilakukan, kerugian masyarakat dan lainnya.
Hasil rekomendasi itu nanti akan diserahkan ke Pemkab Agam untuk selanjutnya menyampaikan ke perusahaan untuk menindaklanjuti apakah perusahaan itu harus memperbaiki lingkungan yang rusak, dan memberikan ganti rugi kepada masyarakat.
"Dalam hal ini Pemkab Agam berdiri di tengah, dan tidak berpihak," katanya.
Ia menambahkan, tim ahli ini dilibatkan berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No 7 Tahun 2014 tentang kerugian lingkungan hidup akibat pencemaran dan atau kerugian lingkungan hidup.
Seluruh biaya penelitian itu dibebankan kepada perusahaan dan Pemkab Agam hanya sebagai fasilitator.
"Apabila kita dibutuhkan, kita akan memfasilitasi," katanya.
Saat ini perusahaan beralamat di Pasar Durian, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung itu tidak beroperasi untuk mengolah kelapa sawit menjadi CPO semenjak jebolnya kolam limbah.
Di Agam ada empat unit perusahaan CPO. Beberapa tahun lalu kolam limbah milik PT AMP platation yang jebol.
"Saat itu kita hanya menurunkan tim dari Pemkab Agam, dan tidak melibatkan tim ahli independen," katanya. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
