DLH Pasaman Barat kaji penyebab kebakaran kolam limbah PT SBS Kinali

id kebakaran

Kebakaran kolam limbah cair pabrik kelapa sawit PT SBS Kinali Pasaman Barat yang terjadi pada Jumat (19/1) akan dikaji Dinas Lingkungan Hidup karena diduga ada kelalain perusahaan mengelola limbah. (Antara Sumbar/Altas Maulana)

Benar, kita akan lakukan kajian dan turun kelapangan pada Senin (22/1). Diduga ada kelalaian mengelola kolam limbah cair sehingga terbakar,
Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) lakukan kajian terkait kebakaran kolam penampungan limbah cair milik pabrik kelapa sawit PT Sari Buah Sawit (SBS) Kinali, Jumat, (19/1).

"Benar, kita akan lakukan kajian dan turun kelapangan pada Senin (22/1). Diduga ada kelalaian mengelola kolam limbah cair sehingga terbakar," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Edi Busti di Simpang Empat, Minggu (21/1).

Ia mengatakan diduga kebakaran disebabkan perusahaan lalai dalam melakungan pengelolaan Instalasi pengolahan air limbah (Ipal).

Selain itu kesiapan perusahan dalam penanggulangan bencana masih terbatas baik peralatan maupun personil.

"Informasi sementara yang diperoleh pipa hidran tidak ada dan sumber air juga jauh dari lokasi. Jika memang ada kelalaian perusahaan akan dikenakan sanksi sesuai aturan yang berlaku," tegasnya.

Menurutnya pada Jumat (19/1) lalu kolam penampung limbah cair dua dan tiga PT SBS terbakar.

"Sumber api masih dalam penyelidikan bersama. Namun, kita ketahui bahwa limbah di PKS mengandung zat yang mudah terbakar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, Try Wahluyo.

Menurutnya saat ini api sudah padam, namun belum bisa dioperasikan oleh pihak perusahaan, karena masih dalam pemeriksaan dan penyelidikan. Atas peristiwa itu tidak ada korban jiwa.

Akibat kebarakan itu, pihak perusahaan mengalami kerugian ratusan juta. Beruntung tidak ada korban jiwa pada kebakaran itu.

"Mudah-mudahan kebakaran ini tidak terulang lagi. Diminta semua pihak waspada kebakaran karena saat ini musim kemarau,"katanya. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar