20.000 pengunjung ditargetkan kunjungi even Pariaman Expo 2018

id Gusniyetti Zaunit

20.000 pengunjung ditargetkan kunjungi even Pariaman Expo 2018

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman, Gusniyetti Zaunit. (Antara Sumbar/Muhammad Zulfikar)

Animo masyarakat yang lebih suka berbelanja ke daerah lain perlu diubah, padahal kualitas kerajinan Pariaman juga termasuk bagus
Pariaman, (Antaranews Sumbar) - Pemerintah Kota Pariaman, Sumatera Barat, menargetkan sekitar 20.000 pengunjung pada even Pariaman Expo yang dilaksanakan pada 11 hingga 19 Agustus 2018 di daerah itu.

"Kami menargetkan sekitar 2.000 lebih kunjungan per hari selama pameran," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan target dominan kunjungan ialah berasal dari provinsi tetangga di antaranya Riau, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan.

"Jadi selain pengunjung dari Sumbar, diharapkan pengunjung dari luar provinsi lebih banyak datang ke Pariaman," kata dia.

Hal itu bertujuan agar aneka kerajinan hasil industri kreatif masyarakat setempat yang dipamerkan dalam kegiatan Pariaman Expo dapat dikenal hingga ke provinsi lain.

Kerajinan-kerajinan unggulan yang dipamerkan di antaranya sulaman, rajutan, bordiran dan makanan khas daerah.

Selain itu terdapat pula berbagai kerajinan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari batok kelapa, ujar dia.

"Promosi ini diharapkan dapat meningkatkan peluang ekspor kerajinan Pariaman di tingkat Asia Pasifik," kata dia.

Apalagi, ujar dia, pihak Kementerian Perdagangan juga diajak berpartisipasi dalam kegiatan Pariaman Expo.

Secara umum, kegiatan Pariaman Expo diikuti oleh 65 UMKM serta ditambah sejumlah pedagang kreatif lapangan.

Wakil Ketua DPRD Kota Pariaman Fitri Nora mengatakan pengenalan berbagai kerajinan daerah perlu memperhatikan pangsa pasar serta promosi yang luas.

Menurut dia berbagai kerajinan daerah asal Kota Pariaman memiliki kualitas yang baik, hanya saja belum terkelola secara maksimal dari segi pemasaran produk.

Selain itu katanya, animo masyarakat masih cenderung menggunakan produk dari daerah lain jika dibandingkan kerajinan asli Pariaman.

"Animo masyarakat yang lebih suka berbelanja ke daerah lain perlu diubah, padahal kualitas kerajinan Pariaman juga termasuk bagus," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar