Satu atlet asal Mentawai yang jadi korban keracunan asap genset masih kritis

id asap genset

Ilustrasi - Asap genset. (cc)

Mentawai, (Antaranews Sumbar) - Satu orang atlet cabang atletik dari Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) korban keracunan asap genset saat mengikuti Kejurda pra Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Minggu (29/4) di Kabupaten Sijunjung saat ini kondisinya masih kritis.

"Atlet atas nama Tri Leo (16) kondisinya sampai saat ini belum sadar, masih kritis dan saat ini masih dalam ruang Intensive Care Unit (ICU) RSUP M. Jamil Padang," kata Humas Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Mentawai, Erianto Leo saat dihubungi Antara, Senin.

Ia menjelaskan, saat ini tim dokter masih berupaya dan melakukan penanganan secara intensif untuk memulihkan kondisi atlet tersebut.

Seperti diberitakan sebelumnya, empat orang atlet dari "Bumi Sikerei" mengalami keracunan terhirup asap mesin genset yang dihidupkan di Wisma Keluarga tempat mereka menginap untuk mengikuti Kejurda pra Porprov.

Dalam peristiwa naas tersebut, atlet atas nama Ridwan (15) meninggal di tempat, sementara Tri Leo, Arwadi dan Arisman mengalami kondisi kritis saat ditolong di kamar nomor 12 penginapan tersebut.

"Arwadi dan Arisman sudah berangsur pulih, dan saat ini sudah keluar dari ruang ICU, namun masih menjalani perawatan," katanya.

Ia mengatakan, untuk jenazah almarhum Ridwan sudah diberangkatkan ke rumah orang tuanya di Pulau Sipora, Kabupaten Mentawai, dan akan dikebumikan hari ini.

Terkait langkah hukum yang akan diambil dalam peristiwa tersebut, Erianto mengatakan pihaknya belum bisa menentukan sekarang, karena akan berkoordinasi dengan pengurus cabang olahraga, dalam hal ini Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Mentawai.

"Pihak kepolisian sudah melakukan otopsi, kami nanti juga akan melakukan rapat internal, langkah hukumnya nanti kami putuskan bersama," katanya.

Ketua Umum PASI Mentawai, Lahmuddin Siregar mengatakan, saat ini pihaknya fokus pada kondisi Tri Leo, ia berharap kondisi atlet tersebut keluar dari masa kritis.

"Kami mohon doa masyarakat Mentawai terhadap kondisi Tri," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar