Padang, (Antaranews Sumbar) - Komisi C Bidang Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Timur, Provinsi Aceh mempelajari cara meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dengan mengunjungi DPRD Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa.
"Kami menilai PAD Kota Padang telah memberikan kontribusi yang baik untuk pembangunan dan berkembanganya pariwisata di daerah ini," kata Ketua Komisi C DPRK Aceh Timur, Maimun Idris di Padang.
Oleh sebab itu, katanya DPRK Aceh Timur menjadikan Kota Padang sebagai salah satu referensi dalam upaya peningkatan PAD sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan di sana.
Ia menyebutkan pada 2017 PAD Aceh Timur sekitar Rp48 miliar dan APBD Rp2 triliun, yang artinya jumlah PAD itu jauh di bawah Kota Padang yang mencapai Rp600 miliar.
"Formula itu yang sedang kami pelajari, yang nantinya bisa jadi diterapkan di daerah kami," kata dia.
Menurutnya Padang punya potensi yang bagus seperti pariwisata yang semakin berkembang dan juga sudah terkenal hingga mancanegara, kemudian juga ada retribusi pajak dan perusahaan.
Kalau di Aceh Timur saat ini masih bergantung pada usaha pertanian, sehingga PAD cukup rendah. Namun, imbuhnya untuk pariwisata mungkin masih banyak yang bisa dikembangkan.
Kemudian, pihaknya juga tertarik dengan pembayaran zakat di Padang yang dikelola oleh Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Padang, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) yang hendak berzakat bisa langsung diambil melalui gajinya.
"Mungkin juga kami akan coba bahas ini bersama Pemerintah Aceh Timur sehingga bisa untuk membantu masyarakat dan pendidikan anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi," kata dia.
Sementara Kepala Bagian Humas DPRD Kota Padang, Hermanto yang menyambut rombongan yang berjumlah 15 orang tersebut mengatakan saat ini pemkot memang sedang gencar-gencarnya mengembangkan pariwisata.
"Selain retribusi pajak, pariwisata merupakan penyumbang PAD yang cukup besar," tambahnya. (*)
