
Perkembangan koperasi semakin bagus, 376 koperasi di Sumbar miliki aset lebih Rp2 miliar (Video)

Dari pada meminjam kepada pihak yang menerapkan bunga tinggi lebih baik pinjam ke koperasi
Padang, (Antaranews Sumbar) - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mencatat 376 koperasi yang bergerak pada simpan pinjam dan sektor riil masing-masing sudah memiliki aset lebih dari Rp2 miliar hingga akhir 2017, sehingga menunjukan perkembangan cukup bagus.
"Jumlah koperasi yang aktif di wilayah Sumbar sekitar 4.000 lebih. Sedangkan yang sudah punya nilai aset di atas Rp2 miliar sebanyak 376 unit," kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar, Zirma Yusri melalui Kepala UPTD Koperasi dan UKM Dony Ubani pada pembukaan penguatan kelembagaan koperasi dan pelatihan wartawan perkoperasian di Padang, Kamis.
Ia merinci daerah yang memiliki koperasi terbanyak dengan nilai aset di atas Rp2 miliar meliputi Kota Padang 107 unit, Kabupaten Agam 34 unit, Kabupaten Tanah Datar 32 unit, Kabupaten Limapuluh Kota, Pesisir Selatan, dan Kota Bukittinggi masing-masingnya 24 unit.
Kemudian melihat pada bidang usaha dari 4.000 koperasi yang aktif itu, tercatat 2.817 koperasi bergerak di bidang simpan pinjam, sisanya bergerak di bidang sektor ril.
Dengan banyaknya koperasi yang bergerak di bidang simpan pinjam, maka dapat membantu masyarakat dalam mencari modal untuk mengembangkan usaha sehingga dapat meningkatkan perekonomiannya.
"Dari pada meminjam kepada pihak yang menerapkan bunga tinggi lebih baik pinjam ke koperasi," katanya.
Ia menyarankan masyarakat untuk meminjam ke koperasi, karena koperasi hadir untuk memberikan kemudahan proses peminjaman dan bunga pinjamannya juga untuk anggotanya.
Namun untuk mengembangkan koperasi di daerah diperlukan pelatihan agar pengetahuan pengurus koperasi semakin baik sehingga pengelolaan dan laporan keuangan tertata.
Ada sejumlah materi yang disampaikan terkait perkoperasian kepada pengurus dan wartawan pada pelatihan yang berlangsung 4-7 April 2018.
Mulai dari peraturan perundang-undangan tentang koperasi, kebijakan tentang koperasi, pendirian koperasi, membaca neraca koperasi, organisasi koperasi, dan permodalan dan pendapatan koperasi.
Ia menjelaskan diikutsertakannya wartawan untuk mengkuti pelatihan karena wartawan yang akan menyampaikan informasi terkait koperasi kepada masyarakat sehingga masyarakat mau bergabung ke koperasi.
Kemudian agar wartawan dapat menyampaikan informasi koperasi dengan baik, maka diperlukan pelatihan koperasi sehingga mendorong tumbuhnya koperasi.
Salah seorang pemateri Syafinal mengatakan saat ini banyak koperasi yang tidak mau menggunakan jasa auditor untuk mengaudit neraca koperasinya.
"Padahal pengurus koperasi selalu kesulitan untuk membuat laporan tersebut," ujarnya.
Ia mengatakan pentingnya digunakannya jasa auditor pada koperasi agar pengurusnya dapat menyusun laporan keuangan dengan baik sehingga dapat terhindar dari jerat hukum. (*)
Video: Aadiat MS
Pewarta: Aadiyat Makruf Sabir
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
