Ini penyebab tabrakan maut kapal perang AS dengan kapal minyak di Singapura 21 Agustus 2017

id kapal perang

Kapal perang Amerika Serikat (pixabay.com)

Belokan tiba-tiba itu terjadi karena serangkaian kesalahan langkah pada kendali John S. McCain, yang secara tidak sengaja meningkatkan rata-rata derajat belokan kapal
Singapura, (Antaranews Sumbar) - Tabrakan maut antara kapal perusak berpeluru kendali Amerika Serikat (AS) dengan kapal minyak di dekat Singapura pada 21 Agustus 2017 disebabkan belokan mendadak kapal perang tersebut, sehingga menempatkannya di jalur kapal niaga, kata laporan pemerintah Singapura, Kamis.

Tabrakan itu menyebabkan 10 pelaut tewas tersebut adalah satu dari sedikit kejadian di wilayah Asia-Pasifik melibatkan kapal perang AS, yang menimbulkan pertanyaan tentang pelatihan di angkatan laut dan menyebabkan sejumlah perwira dikeluarkan.

"Tabrakan USS John S McCain (JSM) dengan Alnic MC (AM) saat mereka melintasi Selat Singapura terjadi karena peralihan secara tiba-tiba ke pelabuhan oleh JSM, yang menyebabkannya berlayar ke jalur AM," kata laporan itu.

Belokan tiba-tiba itu terjadi karena serangkaian kesalahan langkah pada kendali John S. McCain, yang secara tidak sengaja meningkatkan rata-rata derajat belokan kapal, seperti yang dilaporkan Biro Penyelidikan Keselamatan Pengangkutan.

Lembaga tersebut merupakan badan investigasi laut dan udara yang berada di bawah pemerintah Singapura. Dikatakan dalam laporan ini tidak boleh digunakan untuk menetapkan kesalahan atau menentukan pertanggungjawaban.

Kapal sekelas John S McCain, kapal perusak rudal USS Fitzgerald, hampir tenggelam di lepas pantai Jepang pada bulan Juni tahun lalu setelah bertabrakan dengan kapal kontainer Filipina. Mayat tujuh pelaut AS ditemukan setelah kejadian itu.

Angkatan Laut AS kemudian mengumumkan serangkaian perubahan sistemik untuk memulihkan keterampilan dan kewaspadaan mendasar di angkatan laut, setelah tinjauan terhadap tabrakan maut tersebut menunjukkan bahwa pelaut tidak terlatih dan terlalu banyak bekerja.(*)
Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar